Jennifer Alexander .

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kiprah anak bangsa. Setiap mahasiswa pasti ingin memberikan persembahan yang terbaik bagi almamaternya.  Termasuk juga pada sosok Jennifer Alexander, seorang mahasiswi Universitas Widya Kartika (Uwika) Surabaya Fakultas Ekonomi yang duduk di semester VII. Dia berhasil mengharumkan nama kampusnya dan juga nama negara Indonesia.

Pada event pertandingan wushu internasional  1” Bali  Iternational  Kungfu Championship  yang diselenggarakan  17-22 Desember 2018 di Bali, Jennifer berhasil; menyabet 2 medali emas 1st Place Female single Flexible Weapons Senior 1 dan 3RD Place Female Optional Nandao Senior. Dia berhasil  mengalahkan peserta dari negara besar seperti Singapura, Makau, dan Norwegia.

Di pertandingan bergengsi tersebut, setiap peserta memperagakan keindahan jurus wushu. Peragaan ini   kemudian akan dinilai oleh para juri berdasarkan parameter penilaian yaitu kuda-kuda, lompatan, dan ketahanan.

” Saya mewarisi darah atlit dari papa saya, beliau memang atlit wushu juga, ” kata mahasisiwi Uwika Jennifer Alexander kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Dibawah bimbingan papanya,  dia tekun berlatih sejak masih anak-anak. Setiap hari dia disiplin  latihan olahraga beladiri asal daratan Tiongkok ini. Senin sampai Jumat pukul 19.00 sampai 21.30 dia latihan jurus. Dan pada  hari minggu dia gunakan latihan fisik.

Berkat latihan yang keras  tersebut Jennifer berkali-kali menang di event pertandingan wushu internasional. Tahun 2014 dia menang di Malaysia, kemudian 2016 kembali menang di Malaysia. Beberapa waktu yang lalu seharusnya dia ikut membela Indonesia di pentas SEA Games, namun gagal karena dia mengalami cedera engkel kakinya pada saat latihan.

“ Dua  minggu sebelum tanding di Bali,  saya juga mengalami operasi usus buntu. Namun itu tidak menjadi halangan karena saya sudah menyiapkan mental,” jelas perempuan kelahiran Surabaya 3 Januari 1997.

Sebagai almamater yang menaungi Jennifer, Uwika  merasa sangat bangga memiliki mahasiswi yang optimis, berprestasi dan mempunyai  semangat juang yang tinggi dalam menyambut revolusi 4.0.

Rektor Uwika DR Murphy J Sembiring menyampaikan bahwa sesuai amanat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), setiap kampus berkewajiban mendorong mahasiswa dan mahasiswi untuk berprestasi di berbagai bidang termasuk olahraga. Untuk itu Uwika akan membangun fasilitas olahraga basket dan tenis meja skala nasional.

Walaupun sudah menjadi atlit internasional, Jennifer tidak puas hanya sampai disitu. Dia ingin menjadi seorang sportpreneur yaitu seorang pengusaha di bidang olahraga. Hal ini sesuai dengan motto Uwika yang mengusung konsep kampus entrepreneur. “Saya bercita-cita menjadi pengusaha dosen terbang yang mengajar privat sesuai permintaan,” tambah  Jennifer. (nanang)