Gresik, (bisnissurabaya.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gresik terus bergerak menyosialisasikan program Desa Mandiri.  Mengingat program ini memiliki tujuan mulia yaitu sebagai salah satu upaya untuk menyejahterakan masyarakat.  Dan lagi  program ini telah tertuang dalam RPJMD Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Gresik.

Pada 2019 ini diharapkan sudah ada desa yang menjadi proyek percontohan. Setidaknya perkecamatan ada satu atau dua desa yang memulai menuju Desa Mandiri.  

“Saya optimis program Desa Mandiri bisa dimulai pada tahun ini . Indikator-indikator kearah kesiapan sudah tampak terlihat di beberapa  puluhan desa yang tersebar di wilayah kota pudak ini,”  kata Nur Qolib S Ag, Msi Wakil Ketua DPRD Gresik, di kantornya, Jumat (1/2) lalu.

Desa-desa yang berpeluang menerapkan program Desa Mandiri itu seperti  Desa Dalegan, Ketanen, Surowiti ketiganya berada di Kec. Panceng. Juga Desa Sekapuk, Gosari, Pangkah Wetan, Pangkah Kulon, Banyu Urip yang berada di Kec. Ujung Pangkah.

Kemudian yang berada di wilayah Kec. Sidayu ada  Desa Randuboto. Di Kecamatan Bungah ada Desa Melirang serta di Kec. Manyar  meliputi 2 desa yaitu Desa Banyuwangi dan Desa Leran.

“Sudah puluhan desa di Gresik utara yang akan menerapkan program Desa Mandiri. Belum lagi desa-desa yang berada di wilayah Gresik tengah dan selatan,”  tambah  Nur Qolib.

Dewan terus  mendorong agar desa-desa yang ada di wilayah Kota Pudak ini bisa mewujudkan program itu. Dan Wakil Ketua  DPRD Gresik  yang dikenal pejuang Desa Mandiri ini tak henti-hentinya turun kebawah (Turba) keliling menyapa masyarakat untuk mensosialisasikan konsep ini. Ia getol menyosialisasikan program Desa Mandiri khususnya ke para Kepala Desa(Kades), dan juga masyarakat pada umumnya.

Kegiatan itu dilakukan, guna mengaplikasikan program prioritas Kabupaten Gresik yang sudah disepakati bersama. Yaitu antara  Eksekutif dan Legislatif dengan tujuan untuk memajukan Kabupaten Gresik menuju desa sejahtera.

Desa Mandiri adalah desa yang mampu mengurus desa dan masyarakatnya secara mandiri, tidak tergantung pemerintah pusat maupun daerah. Makna secara luas  Desa Mandiri yaitu desa yang : (1) menjadi sumber hidup dan kesejehteraan masyarakatnya; (2) menjaga martabat dan kearifannya; (3) menjaga budaya dan lingkungannya; dan (4) membangun & menjaganya secara mandiri dan gotong royong.

Lebih lanjut pria politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan Desa Mandiri bisa terwujud bila  memiliki 4 faktor.  Pertama Desa mempunyai perencanaan yang detail (site plan). Kedua sikap keterbukaan Kepala Desa untuk maju, ketiga SDM perangkat desa yang mumpuni dan keempat PAD Desa yang cukup.

“Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah kerja sama  yang baik antara Kepala Desa dengan pengurus BPD, dengan sinergi yang kompak akan memperlancar rencana-rencana yang telah disusun,” jelas pria yang suka dengan kuliner nasi bebek ini.

Di Kabupaten Gresik, Jumlah desa  ada 330,  termasuk kelurahan total 356. Dewan terus mendorong dan mengawal  unutk mewujudkan desa menjadi mandiri. (sam)