Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Teknologi tak bisa dilawan. Karena itu, mau tidak mau perusahaan harus mengikuti kecanggihan pemasaran diera digital ini. Sebut saja Toko Pedia, Buka Lapak serta lainnya sangat digandrungi konsumen. Demikian juga ojek online, seperti Gojek yang kehadirannya sangat dibutuhkan masyarakat. Karena itu,  tren pemanfaatan teknologi dalam perkembangan bisnis menjadi salah satu alasan utama meledaknya rintisan usaha digital di Indonesia.

‘’Tantangan industri logisitik inilah yang menjadi solusi managemen pengirimin barang yang praktis, terintegrasi dan transparan. Ritase hadir sebagai partner digital untuk membantu pengemudi maupun pengusaha truk untuk meningkatkan pendapatan,’’ kata CEO Ritase, Iman Kusnadi, kepada bisnissurabaya.com Sabtu (2/2) siang.

Menurut dia, Ritase dapat menghubungkan para pengemudi dan pemilik truk dengan pengirim barang (shipper) yang sudah menjadi rekanannya. Saat ini Ritase sudah bermitra dengan cukup banyak perusahaan nasional maupun multinasional di bidang Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), Technology & Electronics dan Industrial Equipment.

CEO Ritase, Iman Kusnadi. (Foto/bw)

Berdasarkan riset dan pemetaan selama setahun terakhir, kata Iman, Ritase menyadari pentingnya tempat singgah yang ideal bagi para pengemudi untuk beristirahat seraya menunggu backhaul. Hal ini mendasari dilaksanakannya Grand Opening Smart Shelter (Garasi Singgah) di Desa Kemiri, Sidoarjo, Jawa Timur.

‘’Selain digunakan untuk persiapan perjalanan lanjutan atau perjalanan pulang, Garasi Singgah ini juga dapat digunakan sebagai wadah berkomunitas dan bersilaturahmi antar pengemudi. Pemilihan Surabaya sebagai lokasi Smart Shelter pertama merujuk pada temuan bahwa Surabaya merupakan titik backhaul utama di Pulau Jawa,’’ tegas Iman Kusnadi.

Arief Effendy. (Foto/bw)

Ia menyatakan, pihaknya ingin 250 logistik partner dengan 5.000 truk yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia ini merasa terfasilitasi lewat Smart Shelter yang bisa disinggahi. Dan ini menjadi tempat berkomunitas untuk saling kenal dan silaturahmi. ‘’Kami akan dukung dengan sediakan pelatihan-pelatihan yang bisa meningkatkan skill dan pengetahuan para mitra. Mereka akan terima pesanan langsung dari aplikasi di handphone. Jadi kami mau ajak para mitra untuk jadi ahli dalam menggunakan teknologi digital,’’ tambah City Manager Surabaya Ritase PT Digital Truk Indonesia, Arief Effendy.

Ia menyatakan, Smart Shelter ini akan menjadi Garasi Singgah yang ditujukan bagi seluruh mitra pengemudi Ritase. Dengan menunjukan aplikasi pengemudi Ritase dan stiker mitra di truk yang dikemudikan, para pengemudi dapat mengakses fasilitas yang disediakan. “Para driver merupakan mitra penting bagi Ritase. Kesejahteraan dan keamanan para driver merupakan prioritas kami. Kami berharap dengan kehadiran Smart Shelter ini performa pengemudi bisa terus terjaga dalam menyelesaikan tugas,” ujarnya. (bw)