(bisnissurabaya.com) – Penyelenggaraan UN untuk  SMK/SMA/MA dan SMP/MTs sederajad dipastikan maju pada akhir Maret-April 2019, itu artiya persiapan intensif akam mulai dilakukan sejak Maret 2019. Bahkan beberapa sekolah sudah melakukan persiapan lebih awal mulai Januari/Februari 2019. Selain berbenturan langsung dengan hajat politik 2019 (Pilpres dan Pileg),  juga datangnya bulan suci Ramadham  1440 H /2019 yang diprediksi akan jatuh pada 5 Mei 2019.,

“Insya Allah semua sekolah sekolah baik di propinsi maupun daerah sudah siap semua, siap secara mental, sarana dan prasarana yang lebih baik. Intinya,  para guru juga sudah melakukan persiapan persiapan untuk bisa mendukung terlaksananya UN dengan sukses,  baik dari segi pembelajaran materi UN maupun  sarana prasaraa mulai listrik , ketersediaan unit komputer, jaringan internet/wifi, maupun upaya upaya antisipasinya, misalkan penyediaan mesin idesel dan lain lain” ujar Hartoyo, Ketua Komisis E DPRD Jatim,

Menyikapi  dimajukanya jadwal  UN beberapa sekolah tingkat menengah atas sudah cukup aware. Ini terlihat dari beberapa kegiatan intensif  di sekolah tingkat atas yang mulai melakukan  perrsiapan persiapan untuk menghadapai ujian praktik, ujian sekolah berstandar nasional (USBN), hingga UNBK. Seperti di SMK Penerbangan Dharma Wirawan, Sedati, Sidoarjo yang sudah melakukan persiapan intensif dari berbagai segi, mulai sinkronisasi server, USBN, try out,  juga tahapan tahapan  mengerjakan latihan soal dan pendalaman kisi kisi.  agar siswa lebih siap baik secara fsik maupun mental.

“ Jadwal UN pertama kali akan berlangsung di jenjang SMK/MAK dan sederajat pada 25-28 Maret. Selanjutnya diikuti UN SMA/MA pada 1,2, 4, dan 8 April. Sedangkan UN Program Paket C/Ulya pada 12-16 April, dilanjutkan UN SMP/MTs pada 22-25 April. Pemerintah juga mengagendakan UN Program Paket B/Wustha pada 10-13 Mei.” kata Suli Daim, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim

Hartoyo, Ketua Komisi E DPRD Jatim.

Anggota Fraksi PAN ini juga menjelaskan bahwa tahun ini sebagaimana tahun lalu UN di jenjang sekolah menengah atas akan dijalankan dengan 100% berbasis komputer atau disebut ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Hal ini sesuai dengan hasil rapat koordinasi antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag). Target yang sama juga diterapkan pada MTS dan Paket B yang juga 100 persen UNBK. Sementara SMP ditargetkan 85 persen UNBK.

“Untuk jenjang SMA/MA, SMK, dan Paket C ditargetkan 100 persen UNBK dan BSNP juga telah meluncurkan prosedur operasional standar (POS) UN melalui surat edaran sebagai ketentuan dasar  untuk yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan UN dan USBN 2019. Secara umum kebijakan USBN dan UN 2019 tidak jauh berbeda dengan kebijakan 2018. Perbedaan pada jadwal pelaksanaan dan proyeksi jumlah peserta.” tambahnya

Wakil Ketua Komisi E, Suli Daim.

Secara umum, kebijakan  yang menyangkut pelaksanaan  USBN dan UN pada 2019 tidak jauh berbeda dengan kebijakan USBN dan UN pada tahun sebelunnya(2018).  Perbedaan  hanya terletak pada pada proyeksi jumlah peserta dan jadwal ujian. Mengenai soal ujian untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Suli Da’im menjelaskan bahwa materinya berupa soal pilihan ganda (PG) sebanyak 90 persen dan soal uraian 10 persen.

Materi soal dari pusat sebanyak 20-25 persen. Sedangkan sisanya, yakni 75-80 persen soal USBN disusun oleh masing-masing guru di satuan pendidikan yang dikonsolidasikan oleh MGMP/ KKG/Forum Tutor/Pokja pondok pesantren salafiyah. Sedangkan soal UN 100 persen disiapkan oleh pusat. Semua soal dalam bentuk pilihan ganda, kecuali soal Matematika SMA/ MA, SMK/MAK, dan Paket C/Ulya yang terdiri atas pilihan ganda dan isian singkat.

“Demikian juga soal yang berorientasi pada penalaran tingkat tinggi (HOTS), masih diterapkan dalam UN 2019,” ungkapnya.

Hasil rapat kerja bersama  komisi E  dengan Kepala Diknas Provinsi Jawa Timur, terkait persiapan UNBK juga terkait kebijakan penyelenggaraan pendidikan terkhusus SMK/SMA di Jatim. Yakni soal evaluasi SMA double track, SMK Blud, juga terkait kebijakan mutasi guru dan kepala sekolah beberapa minggu yang lalu.