Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Pembangunan gedung Hemodialisis milik RSUD Sidoarjo rampung. Pembangunan gedung tersebut mampu meningkatkan pelayanan pasien di kota udang itu. Pelayanan optimal diharapkan mampu diberikan. Sebab, jumlah pasien terus bertambah. Rumah sakit ini sendiri menjadi rujukan dari rumah sakit Mojokerto maupun Pasuruan.

Penegasan itu dikemukakan Bupati Sidoarjo H. Saiful Ilah SH,M.Hum, Kamis, (31/1). Selain meresmikan gedung yang berada di sisi Selatan RSUD Sidoarjo tersebut Bupati Sidoarjo juga meresmikan gedung instalasi Bedah Sentral dan ruang Public Safety Center/PSC 119 RSUD Sidoarjo. Dalam kesempatan tersebut Saiful Ilah memberikan apresiasi yang tinggi  kepada seluruh jajaran manajemen RSUD Sidoarjo.

Sementara itu, Direktur RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan, mengatakan, pasien gagal ginjal yang memerlukan transfusi darah cukup banyak. Ada 400 pasien gagal ginjal yang berobat ke RSUD Sidoarjo. Sebelumnya, RSUD Sidoarjo hanya memiliki 23 mesin Hemodialisis. Dengan jumlah mesin tersebut hanya mampu melayani 170 pasien secara optimal setiap harinya.

“Targetnya 100 mesin seperti di RSUD dr Sutomo. Saat ini, RS ini memiliki 60 mesin karena SDM kita yang melakukan kegiatan itu hanya mampu 60 mesin,” ujarnya. Penyakit, gagal ginjal menjadi kematian yang tertinggi di RSUD Sidoarjo. ‘’30 persen pasien yang meninggal karena gagal ginjal. Karena itu, saya ingin memberikan pelayanan yang standard kepada pasien gagal ginjal. Salah satunya penambahan mesin hemodialisis,’’ tambahnya. (rino)