Pakde Karwo. (Foto/nanang)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jawa Timur/Jatim merupakan provinsi besar dengan keanekaragaman potensi. Baik sumber daya alam/SDA maupun sumber daya manusia/SDM. Provinsi di ujung timur Pulau Jawa ini memiliki 38 kota dan kabupaten dengan berbagai kultur masyarakatnya. Mulai kultur arek di sekitar Malang, Surabaya, sampai Madura. Pendalungan di pesisir timur seperti Pasuruan, Probolinggo, Jember, sampai Situbondo, dan Mataraman di kota-kota belahan barat seperti Jombang, Nganjuk, Kediri, Tulung Agung, Blitar, Madiun, Magetan, sampai Ngawi.

Sebagai Provinsi yang memiliki jumlah penduduk yang besar, juga memiliki permasalahan sosial yang besar pula. Mulai masalah pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, hingga masalah sosial di beberapa kota dan kabupaten. Beruntunglah Jatim memiliki kekayaan sosial berupa pilar-pilar Potensi Sumber Kekayaan Sosial (PSKS) yang sangat besar dalam mengatasi berbagai potensi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PSKS).

“Saya bangga Jatim memiliki kekayaan sosial berupa relawan sosial, seperti Taruna Siaga Bencana  (Tagana), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Tenaga Kerja Sosial Kecamamatan (TKSK),” kata Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo, SH, Mhum, kepada bisnissurabaya.com saat menghadiri acara Aksi Prestasi di JX Expo Surabaya Rabu (30/1) kemarin.

Jatim terdapat 7.793  relawan sosial yang terdiri dari 1.600 anggota Tagana, 5.527 pendamping PKH, dan 666 TKSK. Keberadaan relawan sosial terbukti sangat efektif dalam membantu Pemerintah Provinsi/Pemprov Jatim dalam mengurangi angka kemiskinan. Semula 18, 6 persen menjadi 10, 8 persen.

Para relawan sosial tersebut memiliki kepedulian yang tinggi dibidang sosial, Tagana terjun di bidang penanganan bencana, PKH mendampingi keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak sekolah, TKSK mengurusi masalah sosial warga dampingan. “Saya mengusulkan  kepada malaikat supaya relawan dapat masuk surga semua. Karena mereka memiliki hati yang ikhlas,” ujar Soekarwo, yang akan mengakhiri tugasnya sebagai gubernur pertengahan Februari ini.

Tagana Jatim kiprahnya sudah diakui di pentas nasional. Mereka berhasil membangun 14.000 lebih rumah di daerah bencana. Yang tersebar mulai dari Aceh, Nusa Tenggara Barat/NTB, Sulawesi Tengah/Sulteng, hingga Sulawesi Selatan/Sulsel. Di Jatim, Tagana menjelma menjadi satuan tugas kebencanaan yang siap digerakkan 24 jam keseluruh wilayah tanah air. Baik personel, perlengkapan, maupun barang bantuan.

“Saya pernah telpon Kepala Dinas Sosial Jatim Sukesih, untuk mengabarkan bahwa ada bencana di satu daerah, ternyata beliau menjawab bahwa Tagana Jatim sudah ada di lokasi tersebut,” tambah gubernur berkumis tebal asli Madiun ini. Memang, kemiskinan dan masalah sosial yang ada tak pernah selesai apabila diselesaikan secara partial, sektoral dan sendiri-sendiri. Karena itu pola pengentasan kemiskinan secara bersama-sama dan melibatkan warga miskin dampingan dalam program pemberdayaan mutlak diperlukan.

Acara aksi prestasi yang merupakan ajang bertemunya para relawan sosial ini terasa meriah, karena dihadiri 8.642 relawan dari seluruh penjuru Jatim. Selain itu, menjadi momentum pamitan bagi Pakde Karwo kepada para pahlawan kemanuasiaan ini yang akan mengakhiri masa tugas sebagai gubernur. (nanang)