Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Ada cara jitu bagaimana cara belajar masalah kesehatan kota. Hal itu, dilakukan Walikota Tegal, HM Nursholeh, dengan melakukan sharing kedinasan ke Kabupaten Sidoarjo, Senin (28/1) kemarin.

Ia menjelaska, permasalahan kesehatan di Tegal secara teknis disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal dr. Prima.

“Saya beraharap, bisa belajar banyak tentang kota sehat di Kabupaten Sidoarjo. Semua hasil yang kita dapat disini akan kita terapkan di Tegal,” kata Nursoleh.

Wakil Bupati Sidoarjo, Wakil, Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Syaifuddin, S.H, menerima kunjungan tersebut dengan didampingi drg Syaf Satriawan, Sp. Pros, selaku Plt. Dinas Kesehatan Sidoarjo, Kepala Dinas Kominfo, dan Kepala Disnaker Kabupaten Sidoarjo, menyambut baik kedatangan walikota Tegal beserta rombongan.

Berkenaan dengan “Kota Sehat” Kabupaten Sidoarjo telah memiliki Perdanya. Untuk penanganan AIDS. Sidoarjo ini termasuk kota besar kedua setelah Surabaya, untuk permasalahan AIDS. Pada 2018 jumlah ODHA Sidoarjo sekitar 2.800 lebih. Dengan semakin bertambahnya ODHA dari tahun ke tahun bukan berarti adanya kegagalan program kerja pemerintah daerah, namun ini merupakan keberhasilan dari upaya program kerja yang dirancang dalam rangka membongkar kasus AIDS di Sidoarjo.

Dari kunjungan kerja ini insya allah, banyak yang kita sharingkan dan saling belajar. Saya, hasil dari pertemuan ini bisa menjadi perbendaharaan dan referensi,” jelas Cak Nur.

Untuk lebih memantapkan tentang Sidoarjo sebagai Kota Sehat, paparan meterinya disampaikan oleh dr. Atok Ilah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo yang memaparkan tentang perilaku PHBS dengan Perda No 4 Tahun 2011 tentang menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Kawasan Tanpa Merokok (KTM) dan penanganan serta pencegahan AIDS. (rino)