Amiruddin (kiri) pejalan kaki Medan-Banyuwangi diperiksa di Polsek Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (27/1). (Foto/udi)

Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Aksi berjalan kaki Medan-Banyuwangi yang dilakukan Amuruddin (44), warga Kampung Mandailing, Desa/Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, berakhir di polisi. Pria bujangan ini terpaksa berurusan dengan Polsek Kalipuro, Banyuwangi lantaran aksinya memicu polemik. Belakangan, pria yang bernadar setelah sakit lumpuh itu ternyata berbohong. Orang tua yang akan dicari ke Banyuwangi ternyata tidak ada. Pihak Desa Ketapang, Banyuwangi akhirnya menyerahkan pria itu ke Polsek, Minggu (27/1).

Meski sudah mengakui berbohong, pihak desa terpaksa membawanya ke Polsek untuk menghindari pro kontra. Termasuk, aksi protes dari warga yang sudah banyak membantunya. “ Amiruddin ini awalnya berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi. Katanya, bernadar setelah lumpuh 7 bulan. Tapi, tidak ada warga kami yang disebut sebagai orang tuanya. Ini yang memicu polemik,” kata Kades Ketapang, Banyuwangi, Slamet Kasiono.

Pejabat ini menuturkan, awalnya, pihaknya tak curiga dengan aksi pelaku. Sejak viral di Salatiga, Jawa Tengah, pihaknya terus berusaha mencari sosok ibu pelaku yang disebut tinggal di dekat Pelabuhan Ketapang. Alhasil, tidak ditemukan. “ Kami akhirnya berusaha melacak identitas Amiruddin. Ternyata, ibunya itu masih tinggal di Sumatera,” kata Slamet. Meski begitu, pihaknya tetap berpikir positif. Kecurigaan baru muncul setelah Amiruddin tiba di Situbondo, Sabtu (26/1) siang. Menurut Slamet, warga mulai berpolemik. Sebab, pelaku diketahui tidak memiliki keluarga di Banyuwangi. Puncaknya, pelaku tiba di Banyuwangi, Sabtu sore. Padahal, sesuai jadwal, kedatangan di Banyuwangi, Minggu (27/1) kemarin. Tiba di Banyuwangi, pelaku langsung dibawa ke Kantor Desa Ketapang, ditemani relawan. “ Pelaku tiba diantar relawan dengan naik mobil dari Situbondo, bukan jalan kaki,” jelas Slamet.

Untuk menghindari polemik panjang, pihak desa menyerahkan pelaku ke Polsek. Yang mencurigakan lagi, dari aksi jalan kaki, pelaku mengantongi tabungan cukup besar. Nyaris Rp 70 juta. Di tabungannya diklaim ada Rp 49 juta, sedangkan di tas yang dibawa senilai Rp 25 juta. “ Uang itu, kabarnya dari berbagai sumbangan selama aksi jalan kaki,” jelas Slamet. Terkait kejadian ini, pihaknya menyerahkannya ke Polsek Kalipuro. Hingga, Minggu sore, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek.

Sementara itu, Amiruddin mengaku memang pernah sakit 7 bulan. Lalu, bernadar berjalan kaki dari Medan ke Banyuwangi. Aksi itu mulai dilakukan 20 November 2018 dan tiba di Banyuwangi 26 Januari 2019. “ Saya memang bernadar, jika sembuh dari lumpuh akan jalan kaki ke Banyuwangi. Tapi, saya khilaf dan salah, menyebut orang tua di Banyuwangi,” ujarnya. Amiruddin berharap bisa segera pulang setelah aksi jalan kakinya selesai. Selama aksi jalan kaki, Amiruddin sempat viral. Bahkan, mendapat simpati dari banyak relawan. Termasuk, para pejabat daerah yang dilaluinya. (udi)