Asra Al Fauzi : Stem Cell Pengobatan yang Menjanjikan

258

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ada yang menarik dalam simposium Internasional Conference and Work/ICW. Simposium itu digelar Fakultas Kedokteran Unair Sabtu (26/1) kemarin. Misalnya, Dr. Asra Al Fauzi, dr., SE., MM., Sp.Bs(K), IFAANS, yang tampil sebagai pemateri membawakan judul “Stem Cell Therapy for Stroke: Recent Data and Progress”.

Menurut Asra, stem cell merupakan pengobatan yang menjanjikan. Mekanisme dari terapi stem cell yakni dengan menghasilkan sesuatu yang bisa beregenerasi. Namun, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Sedangkan, pemateri Prof. Dr. Fedik A. Rantam, drh, menyodorkan topik “Stem Cell Processing and Animal Trial”. Ia menjelaskan, tentang bagaimana cara mengambil stem cell dari bank dan juga bagaimana akhirnya stem cell tersebut dapat di gunakan sebagai terapi atau sumber pengobatan. Stem cell industry aspect sendiri sudah ada SOP yang telah dipatenkan agar kinerja yang dilakukan semakin maksimal dalam penelitian.

Para pembicara simposium ICW Sabtu (26/1) kemarin. (Foto/ist)

Sementara, dalam international speakers yang diisi, Prof. Ludovic Vallier, MD., PhD dengan judul “ Human Induced Pluripotent Stem Cell Into Endoderm Progenitors from which the Pancreas, Lung, Gut, and Liver Originate Marrow Mesenchymal Stem Cell in Hemorraghic Shock” yang di moderatori oleh Muhammad Miftahussurur, dr., M.kes., Sp.PD.

Ketua Pelaksana ICW, Dr Achmad Chusnu Romdhoni, dr Sp THT KL (K) (kiri) saat memberikan plakat kenang2-an kepada Prof Delvac. (Foto/ist)

Prof Ludovic memberikan materi tentang stem cell terutama bagaimana berkembangnya teknologi di luar Indonesia, dan bagaimana kita bisa menjadikan sel-sel dalam tubuh, dikembangkan menjadi sel dari berbagai macam organ, mungkin memang harus dicoba dari hewan dahulu sebelum bisa diaplikasikan ke dunia kedokteran dan di manusia asli.

Simposium ICW yang mengambil thema ‘Stem Cell and Tissue Regenerative Medicine’ juga menampilkan pembicara Yunus, dr., Sp.OT. yang fokus terhadap tissue engineering. Dokter Yunus mengatakan jumlah transplant di Amerika jumlahnya meningkat karena usia harapan hidup yang semakin meningkat. Akan tetapi pendonor atau jumlah donor dari stem cell jumlahnya stagnan dan sangat sulit untuk mencari pendonor. Konsep dari tissue engineering ini bukan hanya sel nya saja yang dapat ditumbuhkan akan tetapi supporting structure atau bagian lainnya juga bisa diganti. Ini merupakan suatu penyembuhan yang sangat ampuh berbasis penelitian dan nantinya akan dikembangkan untuk menjadi pengobatan yang telah beredar. Persoalan tissue engineering ini adalah sebuah tantangan bagi para teknisi kesehatan. (bw/sam)