Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Rasa optimisme Calon Wakil Presiden (Cawapres)  KH Ma’ruf Amin memberikan semangat kepada para relawan pendukung Jokowi-Ma’ruf untuk dapat merebut suara kemenangan 70 persen lebih.

Ya, tantangan kemenangan 70 persen lebih itu juga dilontarkan kepada Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin.

“Kita sudah banyak tahu semua pembangunan dan rakyat merasa puas. Rakyat merasa puas apa tidak,” kata KH Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan di acara deklarasi Rumah Kerja Nusantara relawan JOKMA Jawa Timur, di Jalan Trunojoyo, Surabaya, Kamis (24/1).

Kian Ma’ruf lantas menambahkan, kepuasan rakyat terhadap kepemimpinan Presiden Jokowi mencapai 70 persen. “Karena itu, pasangan Jokowi-Maruf Amin minimal harus menang 70 persen betul atau tidak. Jawa Timur harus lebih besar daripada itu,” imbuhnya.

Kiai Ma’ruf meyakini bahwa dirinya yang mendampingi Presiden Jokowi ini didukung 10 koalisi partai dan juga lintas organisasi agama terutama warga Nahdlatul ‘Ulama.” Saya bersama pak Jokowi didukung partai yang banyak, 10 partai koalisi dan juga organisasi lintas agama terutama NU. Dan saya mewakili warga NU juga, masak tidak bisa menang betul tidak?,” ujarnya sembari mendapat tepuk tangan dari para relawan yang hadir.

Dalam acara tersebut hadir tokoh-tokoh seperti Ketua TKD Jatim Machfud Arifin, tokoh lintas agama dan juga mantan Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa, mantan Ketua PCNU Kota Surabaya Syaiful Chalim.

KH Ma’ruf pun melontarkan tantangan kepada Ketua TKD Jatim, agar suara kemenangan Jokowi-Ma’ruf di Jatim mencapai 70 persen lebih.

“Bagaimana Pak Machfud Arifin. Siap,” tanyanya.

Machfud Arifin yang duduk di kursi undangan pun menjawabnya dengan tegas. “Siap,” jawab Machfud.

“Yakin” tegas Machfud Arifin ini.
“Siap apa tidak,” tanya Ma’ruf.

“Siap,” jawab Machfud.
“Insyaallah. Apalagi ada JOKMA lagi,” jawab KH Ma’ruf Amin.

Sementara, Ketua BN Jokma Jatim, Irawan Setiabudi mengatakan ada 9 visi misi pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin. “Dalam mewujudkan hal tersebut, Jokma Jatim memfokuskan kegiatan yang mendukung poin 1 (satu), dan 5 (lima), sebagai dasar bagi penguatan insan nusantara yang mampu menjadi wadah berbagai potensi pembangunan.

“Sebagai insan yang berkebudayaan dalam peradaban unggul,’’ Irawan.

Berangkat dari hal itu, lanjut ia, ketiga program tersebut dapat dapat dijabarkan dengan gambaran yakni Pertama, peningkatan kualitas manusia indonesia. “Manusia indonesia berkualitas adalah manusia spiritual yang memiliki kesadaran kebudayaan dengan karakteristik yang bertumpu pada adab dan budi pekerti, kepekaan sosial, jiwa gotong royong, toleransi, dan nilai keindahan. Karakter budaya tersebut dibingkai dalam kerangka kearifan lokal,’’ papar Irawan ini.

“Tantangan globalisasi yang tidak dapat dihindari oleh bangsa manapun, memaksa setiap bangsa untuk memprioritaskan  pembangunan sdm yang berkiblat pada pembentukan manusia cerdas (smart), produktif dan berkarakter, bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dengan landasan budaya dan kearifan lokal,” imbuhnya.

Ditambahkan Irawan, bangsa besar tumbuh dan unggul karena potensi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi universal. “Dengan demikian mengandalkan sumber daya alam dalam membangun bangsa tidak dapat dijadikan penopang yang permanen, karena potensi sumber daya alam sangat terbatas. Karena ketergantungan pada SDM tersebut dapat menjadikan manusia yang pasif dan mengabaikan kreatifitas. Sementara, potensi insan nusantara sebagai sumber daya manusia indonesia memiliki potensi yang tidak terbatas,’’ ujarnya.

Maka pengembangan kualitas sumber daya manusia, menurut Irawan, adalah keniscayaan. Oleh karenanya, negara harus hadir untuk mencerdaskan dan meningkatkan kualitas anak bangsa menuju kemakmuran rakyat, seperti yang diamanahkan undang-undang dasar negara kesatuan Republik Indonesia tahun 1945.

“Dengan berpijak pada pancasila dan uud 1945 untuk membentuk negara yang berdaulat adil dan makmur dan berorientasi sepenuhnya pada tujuan kemakmuran rakyat,’’ jelas Irawan.

Visi misi kelima, katanya, kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa. Kemajuan kebudayaan nasional yang mencerminkan kepribadian bangsa hanya mungkin terjadi bila kualitas, usia indonesia telah mencapai kesadaran budaya yang dilambari kesadaran spiritual.

Nilai-nilai spiritual yang hadir dalam khazanah kebudayaan pada puncaknya menjelma dalam kepribadian bangsa berupa pancasila. Sehingga pancasila merupakan elaborasi dan hasil dari sari-sari pri-kemanusiaan, pri-keadaban, dan pri-kebangsaan yang selama  ini telah berlangsung dan dilangsungkan oleh para leluhur bangsa ini.

“Budaya indonesia yang telah tertanam dalam setiap sanubari rakyat telah menjadikan indonesia menjadi bangsa yang merdeka, terbebas dari segala penjajahan,’’ tambah sekretaris Jokma Jatim Ahmad Sujono.

“Maka melihat kembali sikap dan laku para leluhur merupakan jalan utama dalam menyadarkan dan menumbuhkan kembali karakter bangsa yang berkualitas, berkepribadian, berbudi luhur dan berkarakter kebangsaan. Karena, budaya sendiri merupakan ruh bangsa yang mewujud dalam jati diri bangsa yang pada gilirannya menjadi aset karakter dalam kancah kebudayaan dunia,’’ pungkas Jono.(ton)