Kunjungan Jokowi, ke Kediaman Quraish Shihab, untuk diskusi tentang Islam moderat. (Foto/ist)

Tangerang, (bisnissurabaya.com) – Sinergisitas Ulama dan Umara. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, bersilaturahmi dengan ulama sekaligus cendekiawan muslim Quraish Shihab. Silaturahmi tersebut berlangsung di Pesantren Pasca Tahfidz Bayt Al-Quran, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Banten Jumat, (25/1) pagi.

Kepala Negara dan Ibu Iriana tiba pukul 08.40 WIB, disambut langsung Quraish Shihab, beserta istri, Fatmawati Assegaf, dan keluarga. Presiden tampak hadir dengan mengenakan kemeja putih lengan panjang berpeci hitam. Sementara Ibu Iriana, mengenakan pakaian putih dengan kerudung senada.

Usai mengucapkan salam dan bersalam-salaman dengan anggota keluarga yang hadir, Kepala Negara duduk berdekatan dengan Quraish Shihab. Keduanya kemudian melakukan perbincangan hangat.

“Alhamdulillah Presiden bisa berkunjung dan bertemu langsung dengan Quraish Shihab, juga Nasaruddin (imam besar Istiqlal) di Pusat Studi Qur’an di Tangerang Selatan,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Banyak yang diperbincangkan, tetapi intinya mengenai moderasi Islam, dan Islam yang moderat atau wasatiyyah Islam.

Kepala Negara mengaku mendapatkan masukan dari Quraish Shihab, yang semuanya telah dicatat olehnya dalam pertemuan yang turut dihadiri Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, tersebut.

Terkait pembicaraan tersebut, Quraish Shihab, menjelaskan bahwa materi seputar Islam yang moderat dan isu-isu kontemporer merupakan hal yang memang menjadi fokus perhatian institusi yang didirikannya, Pusat Studi Qur’an (PSQ).

“Moderasi Islam dalam pandangan Quraish Shihab, merupakan syarat wajib bagi masyarakat Indonesia mengingat betapa beragamnya Indonesia, saling menghormati antarsesama adalah esensi agama,” jelas Bey Machmudin.

Selain itu, Quraish Shihab, juga menyampaikan program PSQ yang sudah berlangsung lebih dari 15 tahun di berbagai daerah dengan ribuan alumni yang saat ini berdakwah dan melakukan pengabdian masyarakat di penjuru nusantara.

“Alhamdulillah, hal itu disambut dengan penuh perhatian Presiden. Jadi saya kira itu sebabnya dunia sekarang membutuhkan moderasi, bukan kekerasan,” tambah Bey Machmudin.

Untuk diketahui, selain bersilaturahmi dengan Quraish Shihab, beserta keluarga, Presiden Joko Widodo juga menemui sejumlah pengurus Pondok Pesantren Bayt Al-Qur’an.(nanang)