Rapat koordinasi P4GN untuk ASN oleh BNNK Surabaya. (Foto/nanang)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Penyalahgunaan narkotika, obat bius, dan zat adiktif (Narkoba) oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) diberbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat prihatin semua pihak. Karena itu, Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya sebagai instansi yang bertanggung jawab Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Surabaya bermaksud melakukan aksi serentak.

Aksi yang akan digelar BNNK Surabaya itu mengacu kepada Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2018, yang menyebutkan ASN harus bersih dari narkotika. Untuk mewujudkan serta mensukseskan aksi tersebut, BNNK Surabaya menggandeng dinas dan OPD lainnya di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

“Bahwa kegiatan P4GN serentak ini, tujuan serta sasarannya adalah ASN. Karena ASN adalah ujung tombak keberhasilan,” kata Kasi Rehabilitasi BNNK Surabaya, Singgih Widi Pratomo, kepada bisnissurabaya.com Selasa (22/1). Setiap ASN di OPD yang bersangkutan mendapatkan kegiatan sosoalisasi informasi terkait P4GN, tes urine, screening, dan lain-lain.

“Hal ini dilakukan agar ASN yang bertugas melayani masyarakat, tidak mengkonsumsi narkoba. Sejauh ini, BNNK Surabaya sudah melakukan koordinasi dengan OPD terkait. Walau dalam pelaksanaan inpres, fungsi BNN hanya berfungsi sebagai koordinator dan penanggung jawab P4GN. “BNNK hanya koordinator, semua kegiatan yang dilakukan ASN dilaporkan OPD kepada kami,” tambah Singgih.

OPD yang terlibat dalam kegiatan ini, antara lain Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Sosial (Dinsos),  Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker). Untuk rehabilitasi ditangani tiga dinas. Seperti, medis ditangani Dinkes, psiko sosial oleh Dinsos, dan pasca rehablitasi ditangani BKD dan Disnaker. (nanang)