Gresik, (bisnissurabaya.com) – Atlit pencak silat di Gresik akhir-akhir ini tumbuh cukup menggembirakan. Baik atlit remaja maupun dewasa tidak sulit dijumpai saat latihan di beberapa daerah di Kota Pudak ini. Untuk menjaring atlit berprestasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memiliki cara tersendiri. Salah satu cara tersebut adalah dengan mengadakan lomba kejuaraan.

Kejuaraan Pencak Silat tingkat Kabupaten (Kejurkab) telah diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Gresik. Kejuaraan diadakan selama tiga hari dan berakhir, Minggu (20/1) kemarin.

Kejurkab IPSI tersebut mempertandingkan atlit kategori remaja dan kategori dewasa, mulai dari kelas A hingga kelas F. Tentunya dengan ketentuan berat badan masing-masing atlit. Selain itu, juga mempertandingkan seni tunggal, seni ganda serta beregu.

Dalam perhelatan bergengsi tingkat Kabupaten tersebut, tim silat dari perguruan Pagar Nusa berhasil meraih juara umum pertama. Perguruan ini berhasil memperoleh 6 medali emas, 4 perak dan 6 perunggu.

Sedangkan juara umum kedua diraih dari Perguruan Seni Beladiri Tapak Suci. Yaitu dengan perolehan 5 medali emas, 3 perak dan 4 perunggu. Dan diposisi juara umum ketiga, diraih perguruan Persinas Asad dengan perolehan 4 medali emas, 3 perak dan 2 perunggu.

Bupati Gresik Sambari Halim Radianto bersama Ketua IPSI Kabupaten Gresik yang juga merupakan Dandim 0817 Gresik Letkol. Inf. Budi Handoko hadir langsung menyaksikan jalannya lomba. Final berlangsung Minggu malam.

Usai berakhirnya pertandingan dan ditutup oleh Ketua IPSI Gresik, Bupati Sambari bersama Ketua IPSI Gresik menyerahkan secara tropi. Yaitu diserahkan kepada para peraih juara umum di ajang Kejurkab IPSI tersebut.

Bupati Sambari, menyampaikan apresiasinya kepada para juara, baik itu juara di masing-masing kategori dan juga juara umum. Ia mengatakan bahwa keberhasilan meraih juara merupakan berkat kerja keras dan keseriusan selama berlatih.

“Bagi para juara, peraihan medali diajang Kejurkab IPSI saat ini adalah buah hasil kerja keras para atlit selama menjalani latihan,” ujar Bupati Sambari.

Namun, sambung Bupati, jangan menjadi sombong saat meraih juara. Jadikan keberhasilan sebagai motivasi untuk terus berkembang sehingga kelak dapat mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih besar lagi.

Disisi lain, Bupati Sambari juga berpesan kepada para atlit yang tidak berhasil menduduki juara diajang ini untuk tidak berputus asa. Dirinya mengungkapkan bahwa kekalahan merupakan bentuk keberhasilan yang tertunda.

“Saya berpesan kepada para atlit yang tidak meraih juara agar terus memacu semangat dalam berlatih. Jangan putus asa hanya karena kekalahan, tetapi jadikan sebagai pemicu spirit agar kelak dapat meraih juara,” pungkasnya. (sam)