Begini Nikmatnya Rasa Abon Tewel, Penasaran?

286

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Rasa abon Tewel gurih dan renyah. Abon biasanya dikonsumsi bersama nasi hangat, bubur, dan digunakan sebagai isian pastel kering, ataupun toping roti.

Seiring perkembangan waktu dan kemajuan teknologi, pembuatan abon tak lagi didominasi bahan daging sapi. Tetapi ada juga ayam, ikan. Yang terbaru adalah abon dari nangka muda/ tewel.

Adalah Heftin Susianti, perempuan cantik kelahiran Lamongan, 11 September 1973, yang pertama kali memperkenalkan produk abon tewel di Surabaya. “Saya memilih memproduksi abon tewel karena unik dan menarik,” kata owner abon tewel, Heftin Susianti, kepada bisnissurabaya.com Sabtu (19/1) kemarin.

Heftin (kiri) dan produk abon tewelnya. (Foto/nanang)

Awalnya, alumni Fakultas Ekonomi Universitas Muhamadiyah Malang 1996 ini, dia bekerja sebagai profesional diberbagai bank selama 11 tahun. Kemudian, pindah di perusahaan Valuta Asing (Valas).

“Tahun 2015, saya mulai fokus usaha sendiri produksi abon tewel,” kata istri Andys Bagus Prasetyo, ini.

Abon buatan Heftin, di pasarkan dengan cara dititipkan di berbagai toko oleh-oleh seperti Rek Ayo Rek, Boga Jaya, 212 Mart, Sentra UKM Siola. Dari berjualan abon tewel, dia mampu mengantongi omzet sampai Rp 10 juta setiap bulan. Dan dia bisa membeli mobil dari usahanya tersebut.

Berbagai pameran diikuti oleh warga Rangka VII ini. Mulai di dalam kota seperti di Maspion Square, Royal Plaza, Kapas Krampung Plaza. Hingga ke luar kota, seperti di Mojokerto, Pontianak, hingga Ambon.

“Saat pameran di Pontianak itulah, ada investor produk vegetarian asal Singapura yang mengajak kerjasama untuk mengembangkan abon tewel disana. Tetapi saya tidak mau, karena saya diminta mengganti salah satu komponen bahan sesuai keinginannya,” tambah perempuan yang hobi menyanyi ini.

Selain sering mengalami hal-hal yang menyenangkan saat menjalankan usaha, sebagai pengusaha, Heftin, juga pernah mengalami hal yang menyedihkan. Seperti, harga bahan baku naik, dikhianati rekan bisnis, hingga tagihan yang tidak dibayar. Namun, hal tersebut tidak ditanggapi berlebihan, karena dia sadar bahwa hal tersebut akan menguatkan kemampuannya dalam berbisnis.

Heftin, sudah memutuskan untuk keluar dari zona nyaman sejak dia berhenti dari profesinya sebagai bankir selamanbelasan tahun yang lalu. Baginya, memiliki kebebasan menentukan waktu dan penghasilannya sendiri jauh lebih penting dan berharga.

Salah satu impian terbesar Heftin, adalah menjadikan abon tewel berkembang pesat dan go internasional. Karena itu dia yakin bahwa dukungan keluarga, dan sahabat sahabatnya akan memudahkan dia dalam mencapai impiannya itu. (nanang)