Ini Pelaku UMKM Penggagas Boneka Flanel

541

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kehidupan kaum perempuan identik dengan prakarya atau kerajinan tangan. Karena, kaum hawa dianggap memiliki ketekunan dan ketelatenan dalam mengerjakan sesuatu. Sifat tekun dan telaten itulah yang mengantar Ainur Rokhmah, perempuan kelahiran Surabaya, 13 Juni 1981 ini sukses menjadi pelaku usaha pembuatan barang cinderamata berbahan kain flanel. Produk awal buatan Ainur, adalah bando. Namun, lambat laun produknya mulai beragam.

Ada gantungan kunci, pintu, amplop lebaran, tas, tempat tisu, dan boneka oleh- oleh. “Saya mendapat bimbingan dari Umi Anis, perajin  handycraft dari Banten,” kata Owner Zalsabillah, Souvenir Ainur Rokhma, kepada bisnissurabaya.com Kamis (17/1) kemarin. Setelah lulus sekolah dari SMKN 10 Jurusan Pariwisata 1999, Ibu dua anak ini bekerja sebagai tenaga riset. Namun, kemudian dia keluar dan terus bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di supermarket  Ramayana mulai 2000 sampai 2004.

Selanjutnya, perempuan cantik berhijab ini memutuskan untuk menikah dan kembali bekerja di sebuah pabrik rambut palsu (wik). Ternyata tidak lama bekerja disana. Tahun 2010 perempuan cantik berhijab ini keluar kerja dan mencoba membuka usaha sendiri dibidang produksi rajutan. “Saya sengaja memilih usaha rajutan, karena sejak SD sudah membuat rajutan tali rambut,” jelas warga Kecamatan Tambaksari ini.

Produk buatan Ainur di pasarkan secara online di Facebook, Instagram, Line, dan Whatsapp. Order pesananpun berdatangan mulai dari seluruh Jawa, Bali, Papua, hingga Sumatera. Dan hal yang paling menyenangkan, dia pernah mendapat pesanan 1.000 biji boneka untuk souvenir pesta perkawinan. Dari penjualan kerajinan kain flanel ini dia mampu meraup omzet Rp 3 juta – Rp 5 juta per bulan.

Untuk memperluas jaringan serta percepatan penjualan, dia banyak bergabung di organisasi UMKM. Mulai dari Pahlawan Ekonomi (PE), Dekranasda, E UKM, dan lain sebagainya. Berbagai pameran-pun dia ikuti. Antara lain, Majapahit  Fair, Jatim Fair, hingga Mlaku-mlaku Nang Tunjungan.

“Namun, saya juga pernah mengalami kesedihan yang mendalam saat barang konsinyasi yang dititipkan disalah satu mitra usaha di Riau tidak dibayar sejak 2015 hingga sekarang,” tambah Ainur yang juga pecinta favorit tokoh kartun Doraemon. Dengan dukungan penuh dari Yoyok Solikhin, suaminya dan anak-anaknya, Ainur berharap dari usaha yang ditekuninya itu, mampu beli rumah 2019 ini. (nanang)