Bupati Tuban Fathul Huda (kanan) saat menerima penghargaan dari Wapres Yusuf Kalla. (Foto/ist)

Tuban, (bisnissurabaya.com) – Adipura jadi langganan Tuban. Selama 2018 Pemkab Tuban yang kini disebut Bumi Wali menerima 19 penghargaan, baik dari pusat maupun Jawa Timur/Jatim. Diawal  2019, Kabupaten Tuban kembali mendapatkan Anugrah Adipura untuk 2018 dari Pemerintah Pusat sebagai kota bersih.

Penghargaan sebagai kota bersih itu diterima langsung Bupati Tuban, Fathul Huda, dari Wakil Presiden RI, Muhammad Jusuf Kalla di Auditorium Manggala Wanabakti,  Jalan Jendral Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (14/1) kemarin. Bupati Tuban, Fathul Huda setelah menerima penghargaan Adipura untuk ke-7 kali di bawah kepemimpinannya bersama Wabup Noor Nahar Hussein, mengungkapkan, rasa syukur dan terima kasihnya kepada DLH, PRKP dan semua OPD dan stakeholder terkait lainnya yang telah bekerja keras mewujudkan Tuban menjadi bersih dan indah.

Bupati juga mengungkapkan, mewujudkan lingkungan yang bersih dan indah tidak mudah, sehingga perlu dukungan dari seluruh komponen masyarakat. “Saya juga berterima kasih atas dukungan segenap masyarakat Tuban dalam menjaga kebersihan lingkungannya, sehingga Adipura kembali dapat kita raih,” ujar Bupati Huda, Selasa (15/1) siang. Ia mengharapkan capaian ini harus dapat dipertahankan dan atau ditingkatkan ditahun mendatang.

Bupati Tuban didampingi pejabat Tuban usai menerima penghargaan. (Foto/ist)

“Bukan karena penghargaannya, tapi bagaimana kita semua dapat membudayakan dan menanamkan kesadaran dan pola hidup bersih dalam kehidupan kita sehari-hari,” pungkasnya. Sementara itu, saat acara penyerahan Anugrah Adipura, Wakil Presiden RI, Mohammad Yusf Kalla dalam sambutannya memberikan apresiasi dalam penyelenggaraan Anugerah Adipura Tahun 2018, walaupun diserahkan lebih lambat dari seharusnya tetapi secara kualitas Anugerah Adipura mengalami peningkatan sesuai dengan yang kita harapkan.

Wapres berharap dengan diraihnya Adipura semakin memacu gubernur, bupati dan wali kota untuk dapat menerapkan prinsip lingkungan bersih dan nyaman serta meningkatkan kesadaran kepada seluruh masyarakat tentang pentingnya hidup bersih tersebut. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya menyatakan bahwa Adipura merupakan penghargaan prestisius sektor lingkungan dari KLHK bagi daerah-daerah di seluruh wilayah Indonesia yang setiap tahun mengalami peningkatan dalam penilaiannya.

“Banyak daerah yang dulu mendapatkan Adipura, yang pada tahun ini gagal meraih kembali, karena tidak dapat mencukupi persyaratan dalam penilaian terutama dalam hal Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang harus sudah tidak  terbuka (open dumping),” ungkapnya.

Menurut Kepala DLH Kabupaten Tuban, Bambang Irawan, diraihnya Adipura bagi Kabupaten Tuban setelah terpenuhinya nilai titik pantau mulai dari sarana prasarana pengelolaan sampah, TPST, TPA berkelanjutan, pengelolaan kebersihan dan penghijauan pasar, terminal, kebersihan saluran terbuka, kebersihan jalan dan drainase kota, pengelolaan taman kota, hutan kota, dan peran serta masyarakat dlm pengelolaan sampah dengan mereduksi sampah melalui pengelolaan bank sampah induk maupun unit.

“Namun, untuk penilaian Adipura tahun 2018 ini, KLHK telah meningkatkan standar penilaian, yaitu adanya komitmen kepala daerah untuk pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga dalam Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada) Pengelolaan Sampah,” ujar Bambang. (imam suroso)