Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sejak tayang perdana 3 Januari lalu Film Dread Out mendapat respon positif warga Surabaya dan Malang. Hal ini, nampak saat sejumlah pemain film secara langsung menyapa penonton di sejumlah bioskop di kota tersebut.

“Aku senang sekali banyak masyarakat yang nonton film dread out khususnya di Surabaya dan Malang. Terimakasih kepada masyarakat yang memilih menonton film Dread Out,” kata Jefri Nichol, yang berperan sebagai Erik pada film ini di Surabaya, Senin (7/1) lalu.

Film DreadOut diadopsi dari game ciptaan Digital Happiness asal Bandung yang berjudul “DreadOut”, berhasil menjadi game indie horor populer di platform internasional STEAM dan semakin populer ketika PewDiePie (youtuber Internasional) memberikan review positif terhadap game ini.

Sejak tayang perdana di seluruh bioskop mulai 3 Januari 2019, film DreadOut ternyata menembus 379.555 penonton pada hari kelima. Angka tersebut menunjukkan respon positif masyarakat terhadap film besutan Kimo Stamboel. Sementara itu Catlin Halderman mengungkapkan rasa senangnya melihat antusiasme masyarakat dan Malang. Sambutan Masyarakat Surabaya dan Malang Luar Biasa sekali! “Aku ucapin terima kasih atas dukungannya ini sangat berarti buat aku pribadi dan tim Dread Out,” tambahnya.

Film DreadOut mengambil latar cerita sebelum kejadian dalam game terjadi (prekuel). Film DreadOut menceritakan sekelompok siswa SMA yang berharap mendapatkan popularitas di media sosial. Sekelompok siswa SMA ini pergi ke apartemen kosong. Mereka sengaja mengunjungi apartemen tersebut di malam hari untuk merekam kegiatan mereka selama disana. Tak sengaja, salah satu anggota kelompok, Linda, membuka portal misterius dan membangunkan setan yang dapat menyeret mereka ke dalam neraka.

Sebelumnya, para pemain serta pendukung film DreadOut hadir dalam acara press screening dan gala premier yang diselenggarakan di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (2/1). Acara sangat meriah dan mendapat antusias wartawan yang hadiri di press screening serta dibanjiri sejumlah selibritis yang mengikuti gala premier dengan para pemain, sutradara, produser, serta pendukung lainnya yang terlibat seperti CJ Entertainment, Sky Media, Nimpuna Sinema dan LytoGame.

Film ini diproduksi Goodhouse.id yang mengambil materi dari game karya developer Indonesia bernama Digital Happines dari Bandung serta disutradarai dan diproduseri Kimo Stamboel (“Rumah Dara”, “Killers” “Headshot”), Wida Handoyo (“Petak Umpet Minako”), dan Edwin Nazir (“9 Summers 10 Autumns”) yang sudah secara serentak tayang di biosko-bioskop seluruh Indonesia pada 3 Januari 2019. (bw)