Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Pencegahan Pungli (Pungutan Liar) menjadi fokus pekerjaan Tim Saber Pungli Sidoarjo. Upaya persuasif ini lebih dulu dilakukan daripada langsung menindak. Tim dari unsur Kejaksaan, Kepolisian, Kodim, Inspektorat, BKD maupun Satpol PP Sidoarjo  merencanakan program kegiatan. Perencanaan ini dibahas melalui Rapat Koordinasi (Rakor) di Aula Delta Wicaksana Setda Sidoarjo, Selasa, (8/1). Rakor dipimpin oleh Wakil Ketua Tim Saber  Pungli Sidoarjo DR. Heri Soesanto.

Pencegahan Pungli menjadi fokus utama program kegiatan Tim Saber  Pungli Sidoarjo tahun ini yang dibahas dalam Rakor tersebut. Sekretaris Saber  Pungli Sidoarjo Andjar Surjadianto, S.Sos usai mengikuti Rakor mengatakan pencegahan Pungli tetap menjadi fokus program kegiatan timnya. Tim Saber  Pungli Sidoarjo selalu berupaya mencegah terjadinya Pungli kepada masyarakat.

Kegiatan pencegahan Pungli dapat berupa sosialisasi maupun kegiatan pencegahan yang sifatnya on the spot. Semisal pada suatu kegiatan rapat yang disisipi dengan materi tolak Pungli. Selain itu juga dengan menyebar brosur tolak Pungli. Sosialisasi dengan cara itu diharapkan akan semakin banyak masyarakat paham kewajiban tolak Pungli. “Tahun ini kita mencoba tetap mengedepankan pencegahan itu,”ujarnya.

Andjar juga sampaikan Tim Saber  Pungli Sidoarjo tidak hanya melakukan pencegahan Pungli yang hanya bersifat formal saja. Pengaduan masyarakat terkait Pungli akan ditindaklanjuti sebagai upaya menghentikan praktek Pungli. Lebih lanjut dijelaskan akhir tahun 2018 lalu dan awal tahun ini terdapat dua laporan pengaduan Pungli kepada dirinya.

Laporan masyarakat tersebut terkait kepengurusan surat-surat di suatu kelurahan yang dikenakan biaya. Laporan tersebut langsung mendapat respon Tim Saber  Pungli Sidoarjo. “Pada saat menerima pengaduan itu kita berkordinasi, kita lakukan pencegahan dengan mengingatkan yang bersangkutan, alhamdulillah dia nurut dan masyarakat terlayani tanpa ada biaya,” jelasnya

Tim Saber  Pungli Sidoarjo tetap mengedepankan prinsip pencegahan. Namun upaya penindakan tetap dilakukan apabila ada oknum yang masih melakukan Pungli meski sudah diingatkan. “Pada prinsipnya cara kerja kita pada itu sebenarnya pencegahan, kecuali kalau memang hal-hal yang sifatnya diingatkan tidak bisa baru kemudian kita lakukan upaya penindakkan,” ucapnya.

Andjar juga menyampaikan  kategori Pungli merupakan pengenaan biaya yang tidak diatur dalam peraturan pemerintah. Ia katakan sepanjang biaya tersebut tidak diatur dalam Perda maupun Perdes maka biaya pelayanan di suatu pemerintahan gratis. “Prinsipnya sepanjang itu (biaya) tidak diatur didalam Perda atau mungkin beberapa desa itu ada perdesnya, ya pada prinsipnya tanpa biaya,” tegasnya.

Dijelaskan selama ini kinerja Tim Saber  Pungli Sidoarjo mendapat apresiasi dari Satgas Saber  Pungli Provinsi Jawa Timur. Tahun 2018 kemarin, Tim Saber  Pungli Sidoarjo mendapatkan peringkat pertama Jawa Timur atas kinerja pencegahan Pungli yang dilakukannya.

Provinsi menilai upaya pencegahan yang dilakukan Tim Saber  Pungli Sidoarjo cukup maksimal. Cukup banyak kegiatan pencegahan maupun penindakan yang sudah dilakukan. “Nampaknya kegiatan kita yang sifatnya pencegahan kuantitasnya memang banyak, kemudian ada beberapa yang sudah dilakukan penindakan, kuantitasnya saya lupa rinciannya tetapi dari itu kita diapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur atau Satgas Saber Pungli Provinsi Jawa Timur sebagai sebuah kinerja yang lebih baik dibandingakan dengan kabupaten/kota yang lain,”ujarnya.

Untuk diketahui Kantor Sekretariat Tim Saber Pungli Sidoarjo berada di lantai 2 gedung Pemkab Sidoarjo Jalan Gubernur Suryo 1 Sidoarjo. Masyarakat dapat melaporan langsung tindak kegiatan yang ditenggarai Pungli ke Kantor Sekretariat Tim Saber Pungli Sidoarjo. (rino)