Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kiprah kampus hijau. Sebagai salah satu universitas tertua di Surabaya yang berdiri 5 November 1960 keberadaannya cukup dikenal di kalangan masyarakat, Universitas Sunan Giri (Unsuri) memiliki 4 fakultas (S1) dengan 12 program study dan program pasca sarjana (S2) dibawah kepemimpinan Rektor Dr Gunawan Adji, MT menjelma  menjadi kampus entrepreneur yang memiliki visi bersama masyarakat membangun jiwa entrepreneur baik individu, kelompok, maupun unggulan. Dia menyatakan kesiapannya dalam menyongsong revolusi industri 4.0.

Salah satu gebrakan dan inovasi cerdas yang dilakukan Unsuri adalah merubah kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi Kuliah Kerja Enterpreneur (KKE). Melalui KKE Unsuri ingin membangun sinergi dengan program desa. Kegiatan sinergi tersebut bisa berasal dari mahasiswa, masyarakat, atau gabungan keduanya. Pengabdian masyarakat melalui kegiatan KKE adalah kolaborasi mahasiswa dan masyarakat yang diwujudkan dengan pendampingan pelaku UMKM sebanyak 20 orang ini, juga merupakan embrio bagi berdirinya koperasi mahasiswa (kopma) Unsuri. Berbagai produk makanan yang dihasilkan UMKM akan dijual di toko koperasi tersebut.

“Kegiatan ini lebih nyata dan bermanfaat bagi masyarakat, apalagi ditunjang dengan kegiatan tematik interdisipliner (satu jurusan) bukan lagi multidisipliner (berbagai jurusan) seperti sebelumnya,” kata Rektor Unsuri, Dr Ir Gunawan Adji, MT Surabaya didampingi Ketua KKN Ikhwannudin, ST, MEng, kepada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Rektor Unsuri (kiri berkacamata), menghadiri kegiatan KKE didampingi Ketua KKE, Ikhwanudin (kanan).

Sebagai Pilot Project KKE 2018 ini dilakukan di Kecamatan Prambon Sidoarjo dan dibagi dalam 15 kelompok. Setiap kelompok terdiri 16 orang yang kemudian disebar di 15 desa yang ada di kecamatan tersebut. Kecamatan Prambon dipilih  karena kecamatan ini tergolong modern dan merupakan sentra Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM)  penghasil kerupuk dan keripik.

Pemerintah Kecamatan Prambon sangat mendukung program KKE yang digulirkan Unsuri, karena senada dengan upaya yang sudah dilakukan. Yaitu, mendukung iklim usaha masyarakat yang berkembang dengan mempermudah proses perizinan usaha  yang diperlukan.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa Unsuri saat melakukan KKN di Prambon. Yaitu, pelatihan otomotif, kewirausahaan, pajak, kenotariatan, pelatihan napza dan kesehatan reproduksi (kespro), dan pelatihan UMKM yang meliputi produksi, packaging, dan branding. Bagi mahasiswa KKE yang berhasil mendampingi pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya, akan diberi nilai khusus. Yakni, nilai A pada mata kuliah kewirausahaan.

Kegiatan KKE ini juga merupakan aplikasi dari Memory Of Understanding (MOU) atau nota kesepahaman yang berisi tentang pembinaan dan pemberdayaan UMKM di Sidoarjo. Antara Unsuri dan Pemerintah Kabupaten/Pemkab Sidoarjo. Dan KKE tahun ini menjadi sangat menarik, karena bertepatan dengan moment hari kemerdekaan 17 Agustus dan Idul Adha.

Berkaitan dengan kesiapan Unsuri menghadapi revolusi industri 4.0 dan peningkatan status universitas, Unsuri menyatakan kesiapannya. Berbagai persiapan dilakukan untuk mempersiapkan hal tersebut, mulai dari meningkatkan akreditasi universitas yang semula C menjadi B, membentuk program studi baru dibidang vokasi. Seperti, digital marketing dan visual design & branding.

“Hal ini tidaklah berlebihan. Karena ada 10 fakultas yang sudah berakreditasi B,” jelas Gunawan Adji, yang juga seorang pengusaha ini, disela-sela acara wisuda. Berdasarkan rencana induk sampai 2040 yang dibuat universitas, Unsuri berubah menjadi universitas enterpreneur yang berlandaskan tehnologi. Saat ini, Unsuri sudah menggunakan teknologi sampai hal yang terkecil. Seperti, mesin absen finger print.

Dari segi kwantitas dan kualitas mahasiswa, Unsuri juga mengalami perkembangan pesat. Saat ini, jumlah mahasiswa yang menempuh di Unsuri mengalami kenaikan sampai 57 persen. Banyak pemuda dari Indonesia Timur khususnya Papua dan Papua Barat menempuh study disana. Dua keponakan Menteri Pemuda Olahraga, Imam Nahrawi, juga kuliah di Unsuri.

Unsuri menyediakan bea siswa untuk mahasiswa yang tidak mampu. Mulai dari bea siswa yayasan, bidikmisi, dan bea siswa mahasiswa berprestasi. Banyak pegawai memanfaatkan kuliah malam hari kampus Unsuri, kebanyakan mereka merasa nyaman belajar di kampus yang terletak di Brigjend Katamso Waru Sidoarjo dengan suasananya yang asri.

Wisuda program sarjana dan magister Unsuri Surabaya tahun akademik 2017/2018 diselenggarakan Minggu 25 November 2018 di Dyandra Convention Centre Surabaya. Terasa sangat meriah, selain dihadiri 385 wisudawan dan orang tuanya, acara ini juga dihadiri Menteri Pemuda dan Olahraga RI, H Imam Nahrawi,  Ketua LL Dikti Wilayah VII, Prof Dr Ir Suprapto, DEA, Koordinator Perguruan Tinggi Agama Islam (Kopertais) Wilayah IV, Prof Masdar Hilmy, Ph.D, KH Mas Muhajir, Pembina Yayasan Unsuri Taufiqurrahman Saleh, Ketua Yayasan Unsuri Drs Musyafak Rouf, MH.

Kepedulian sosial Civitas Akademika Unsuri juga ditunjukkan saat terjadinya bencana gempa bumi di Lombok. Universitas Sunan Giri Surabaya (UNSURI) bersama komunitas Surabaya seperti Arek Lawas Suroboyo (ALAS), Pemuda Pelopor, Karang Taruna Surabaya berangkat ke Lombok untuk melakukan kegiatan bakti sosial pasca bencana.

Mereka memberikan bantuan berupa logistik makanan, obat-obatan dan pakaian, dapur umum, tim rescue, dan tenaga shelter humanitarian. Kegiatan ini dipimpin Ketua Program Studi Teknik Sipil Unsuri Ir Ikhwanuddin, MT. “Ikhwanuddin putra asli NTB, beliau saya tugasi sebagai pimpinan untuk kegiatan ini,” tambah Rektor yang selalu berpenampilan rapi ini.

Tugas relawan Unsuri disana adalah kegiatan pasca bencana. Seperti, membantu penyediaan sarana air bersih, membantu disain rumah tahan gempa, pelayanan kesehatan dan humanitarian yang bertugas sebagai pemulihan trauma akibat gempa. Kegiatan bakti sosial ini, melibatkan civitas akademika Unsuri, terutama dari para mahasiswa jurusan Teknik Sipil dan Tenik Mesin untuk recovery fisik bangunan fasilitas umum dan instalasi darurat air bersih. Serta, mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam sebagai tenaga humanitarian yang bertugas menangani trauma healing/ pemulihan trauma, utamanya pada anak-anak.

Langkah yang dilakukan Unsuri Surabaya ini sejalan dengan pemerintah. Karena pemerintah bergerak cepat dalam penanganan bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pemerintah juga mengirim 400 insinyur muda CPNS untuk mendampingi masyarakat membangun sekitar 74.000 rumah tahan gempa menggantikan rumah yang rusak di Pulau Lombok.

“Selain memperbaiki beberapa tempat ibadah, kami juga akan membangun fasilitas MCK dibeberapa tempat, perbaikan rumah yang rusak dimulai 1 September 2018. Semoga apa yang kami lakukan bersama teman-teman bisa membantu pemerintah mempercepat proses rehabilitasi korban gempa di Lombok,” tambah Ikhwanudin, dosen asli Bima ini. (nanang)