Gresik, (bisnissurabaya.com) – Pedagang kaki lima (PKL) Kabupaten Gresik menggelar aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD Kabupaten Gresik. Aksi demo, diawal tahun ini merupakan dampak dari maraknya pembangunan mall dan supermarket waralaba di Gresik lantaran hal ini sangat meresahkan PKL.

Beginilah suasana aksi demo PKL pada awal tahun di depan gedung DPRD Gresik. Aksi yang mengatasnamakan gerakan menolak lupa (Gempal) ini diikuti oleh puluhan PKL yang didominasi PKL eks alun-alun Gresik. Dengan membentangkan spanduk dan poster, silih berganti, baik peserta aksi maupun koordinator aksi melakukan orasi.

Dalam orasinya, PKL ini menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten/Pemkab Gresik yang sangat leluasa dalam memberi izin terhadap pengusaha-pengusaha besar. Seperti, mall dan supermarket waralaba dengan mengesampingkan PKL yang lebih banyak digusur ketimbang diberdayakan.

PKL ini berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan masalah pedagang kecil di Kabupaten Gresik. Koordinator Aksi, Syafiudin, mengatakan, para PKL menilai pemerintah Kabupaten Gresik gagal dalam berbagai bidang. Seperti, pendidikan, kesehatan, infrastruktur, penataan PKL dan seni budaya olah raga.

Dalam aksi di depan gedung dewan tidak satupun, nampak anggota dewan yang menemui para peserta aksi, lantaran masih dalam suasana libur tahun baru. Aksi ini, mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dari Polres Gresik. (bashoir/stv)