Lamongan, (bisnissurabaya.com) – Lamongan terkenal dengan kuliner nasi boran dan soto. Selain itu, juga memiliki menu khas rujak belut sambel orek yang tak kalah nikmatnya. Keunikan kuliner rujak belut ini perpaduan belut dengan racikan bumbu sederhana,  cabai, tomat, bawang merah dan garam yang dicampur tirisan terong mentah serta menonjolkan rasa pedas super nendang. Sehingga pengunjung dijamin ketagihan.

Warung kuliner rujak belut ini berada di wilayah Selatan Kabupaten Lamongan, sekitar 27-30 kilometer dari pusat kota Lamongan. Tepatnya di Dusun Cumpleng Desa Bronjong Kecamatan Bluluk. Bahan utama kuliner rujak belut, diantaranya belut segar dan terong bulat mentah.  Keunikan dari rujak belut sambel orek ini, perpaduan racikan bumbu sambel yang serba mentah. Mulai dari bawang merah, hingga tomat dan cabai merah yang diblender terlebih dahulu hingga halus.

Setelah itu, dimasukkan cobek dan dicampur belut yang sudah digoreng. Tak lupa, tirisan terong mentah dicampur di atas dan diaduk hingga sambel oreknya merata. Selanjutnya, menu rujak belut sambel orek ini semakin menggoda saat dihidangkan dengan nasi jagung. Uniknya, warung rujak belut dengan bumbu sambel orek ini satu-satunya warung kuliner Lamongan yang berada di tengah hutan.

Adi Suwito, pecinta rujak belut sambel orek, yang menikmati kuliner tersebut mengaku ketagihan hingga nambah dua hingga tiga kali. Menu rujak belut memiliki khas pedas. Meski sederhana, tetapi rasanya membuat pecinta rujak belut sambel orek dijamin ketagihan. Sementara, pemilik warung rujak belut, Sulastri, yang merintis usahanya sejak 20 tahun lalu, menyatakan, kuliner ini selalu ramai pengunjung. Terutama saat jam makan siang.

Meski berada di tengah hutan wilayah Selatan Lamongan, namun, tak sedikit pengunjung dari luar kabupaten Lamongan yang datang hanya ingin menikmati kuliner rujak belut terong.

Kuliner rujak belut sambel orek ini dijual dengan harga Rp 20.000 per porsi. Makan rujak belut ini dijamin meningkatan stamina.

Pengunjung atau pecinta rujak belut, tak hanya warga biasa, tetapi banyak yang dari kalangan pejabat. Mereka datang dari berbagai daerah, seperti Gresik, Surabaya, Jombang, Mojokerto. Bahkan ada yang dari Madura. (bashoir/stv)