Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku masyarakat. Ilmu ini sangat bagus dipelajari siapapun yang ingin terjun di masyarakat, termasuk anak sekalipun.

Berpijak hal tersebut, SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya (Spemma) mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

Sasaran utama pada kegiatan LDKS adalah, siswa yang dikader untuk menjadi pimpinan Ikatan Pelajar Muhamadiyah (IPM) di sekolah untuk periode 2018/2019. Ada sekitar 96 siswa SMP Muhammadiyah 5 Pucang Surabaya yang mengikuti LDKS.

“Selama kegiatan-kegiatan LDKS itu para siswa mendapatkan meteri-materi yang menarik untuk menjadi bekal mereka menjadi seorang pemimpin,” kata Guru pembimbing Miftakul Choir, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Senin (26/11) kemarin.

Materi yang diajarkan antara lain materi kedisiplinan, mental spot, leadership, lagu-lagu Muhammadiyah, public speaking, out bond, manajemen organisasi, dan sosiologi terapan.
“Pada materi sosiologi terapan para siswa diajarkan tentang bagaimana cara untuk membaca kondisi di suatu masyarakat,” jelas alumni Unesa tersebut.

Metode yang dipakai pada materi sosiologi terapan ialah metode penelitian langsung ke usaha-usaha yang ada di masyarakat Desa Sajen. Salah satu contohnya adalah usaha pada bidang produksi segala macam kripik olahan. Misalnya, kripik ketela, singkong, pisang dll yang diambil dari hasil pertanian warga sekitar.

“Siswa kami saat melakukan penilitian di pengusaha produksi kripik olahan menanyakan berbagai hal. Mulai dari kapan memulai membuka usaha, mengapa memilih usaha kripik, omset tiap bulan dan lain-lain,” tambah Miftakul Choir

Dari proses tanya jawab, para peserta LDKS dapat mengetahui bahwa menjalankan usaha tak selalu berjalan semudah yang dibayangkan. Semuanya harus dilalui dengan jatuh bangun. Selain itu, mereka akhirnya tahu bahwa yang bisa membuat bertahan dan berkembang adalah tetap semangat bekerja dan do’a orang tua.

Bagi peserta LDKS materi Sosiologi terapan ini tak hanya menarik tetapi juga bisa menambah pengetahuan dalam melakukan penelitian saat membaca peluang di masyarakat. (nanang)