Kapolda Jatim Berharap Suasana Kondusif Jelang Pemilu

39

Gresik, (bisnissurabaya.com) – Menciptakan suasana yang kondusif perlu didukung oleh semua pihak. Tak terkecuali dukungan dari para dai yang banyak berhubungan langsung dengan masyarakat.

Dalam kaitan menciptakan suasana yang kondusif dan sejuk itu Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Lucky Hermawan M.Si menghadiri acara akbar Majelis Mudzakarah Da’i yang dilaksanakan di Aula Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim , Kembangan, Kebomas Gresik. Rabu (21/11) kemarin.

Kapolda Jatim (tengah) bersama Forkopimda Gresik dan sejumlah ulama. (Foto/sam)

Turut hadir dalamnkegiatan tersebut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera SIK, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto , Kasdim Gresik Mayor Suwanto , Ketua MUI Provinsi Jatim KH Abdussomad Buchori, Ketua Majlis Dakwah MUI Pusat Kh Cholil Navis Lc , dan segebap undangan Majelis Mudzakarah Da’i.

Kapolda mengucapkan terima kasih kepada Ketua MUI Provinsi Jatim yang menyelenggarakan acara ini ” Polri tentu sangat mendukung acara positif seperti ini yang di tahun politik ini dapat menciptakan situasi kamtibmas yang aman kondusif. Polri kedepannya juga akan terus bersinergi dengan para ulama yang ada di Jawa Timur sehingga menciptakan suasana yang aman, tertib dan kondusif. Mengingat Provinsi Jawa Timur dianggapn sebagai barometer di Indonesia dengan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” jelas Lucky.

Kapolda juga menambahkan di era digital ini pihaknya menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur agar tidak termakan issu yang belum pasti kebenarannya dan terprovokasi dengan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan bangsa. “Saya mengucapkan terima kasih kepada para ulama yang ada di Jawa Timur dapat meredam dan membuat situasi yang adem sehingga tidak terjadi unjuk rasa dengan masalah masalah agama yang saat ini menjadi alat untuk menimbulkan perpecahan bangsa,” jelas Kapolda.

Sementara itu Ketua MUI Jawa Timur KH Abdus Somad Buchori menyampaikan bahwa populasi penduduk mulim di Jawa Timur ini mencapai 96,7 persen.

“Dari jumlah yang sebanyak itu, kami mempunyai 8.000 pondok pesantren, 43.000 masjid besar dan kecil, 165.000 musholla, sehingga peranan ulama sebagai panutan dan penuntun ummat di lingkup Jawa Timur ini cukup dominan, dan MUI Jawa Timur mendukung langkah inovatif untuk dakwah yang berkemajuan dari berbagai MUI di kabupaten maupun kota se Jatim,” jelasnya. (sam)