Hebat, Mahasiswa Unair Latih Pelajar Jurnalistik

459

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pers Pelajar Menggeliat. Pahlawan HOS Tjokroaminoto pernah berkata” Berbicaralah seperti orator dan menulislah seperti wartawan”. Ucapan raja Jawa tanpa mahkota itu ingin memberikan gambaran kepada masyarakat betapa penting dan terhormat profesi wartawan.

Menyadari betapa pentingnya profesi wartawan yang juga pilar demokrasi setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif ini, Lembaga Pers Masyarakat/LPM Sarana Informasi Terkini untuk Sastra/Situs Fakultas Ilmu Budaya/FIB Universitas Airlangga/Unair Surabaya ini menggelar Diklat Jurnalistik tingkat SMA/SMK/MA sederajat se-Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan di Kampus Unair Surabaya Sabtu (17/11) lalu.

Peserta Diklat Jurnalistik tingkat SMA/SMK/MA sederajat yang diselenggarakan FPM Situs Fakultas Ilmu Budaya Unair di kampus Unair Sabtu (17/11) kemarin. (Foto/patrik)

Pelatihan jurnalistik ini dilaksanakan selama dua hari mulai 17 dan 18 November di gedung Sri Parwati Kampus B Unair.

“Kami mendatangkan pembicara wartawan kompeten dibidang jurnalistik yaitu Bambang Wiliarto dan Nanang Sutrisno dari Bisnis Surabaya,” kata Ketua Panitia Diklat Jurnalistik C. Dhanang Pradipta, kepada bisnissurabaya.com Sabtu (17/11) lalu.

Pemateri Diklat Jurnalistik, Bambang Wiliarto (kanan). (Foto/patrik)

Para peserta mendapatkan materi lengkap tentang teknis wawancara, penulisan berita, hingga kode etik jurnalistik. Tidak hanya itu, mereka juga dilatih berpikir kritis ala wartawan.

Pelajar – pelajar itu tampak antusias mendengarkan paparan dari para narasumber, dan pada saat sesi tanya jawab mereka berlomba mengajukan pertanyaan kepada para pembicara.

Pose bersama usai Diklat Jurnalistik di Kampus B Unair. (Foto/patrik)

“Yang banyak ditanyakan adalah hal yang paling menyedihkan saat menjalankan profesi wartawan,” jelas Dhanang Pradipta, yang juga penggiat Pers Mahasiswa ini.

Dari materi yang diajarkan oleh Wartawan Utama Bambang Wiliarto, peserta akhirnya mengerti bahwa wartawan bertanggung jawab kepada pemimpin redaksi, dan pemimpin redaksi yang bertanggung jawab atas berita yang dimuat.

Sedangkan Nanang Sutrisno, yang juga Wartawan Muda itu, lebih banyak mengajarkan sikap kritis wartawan dalam menyikapi sebuah informasi yang berkembang di masyarakat.
“Adik-adik pelajar akhirnya tahu bahwa wartawan juga punya tugas mulia melawan berita hoak yang merebak di masyarakat,” tambah mahasiswa jurusan sejarah ini.

Sebagai tindak lanjut dari pelatihan ini, bagi peserta yang ingin magang di Bisnis Surabaya dapat membuat surat pengajuan resmi dari sekolah masing-masing untuk magang atau praktek kerja industri. (nanang)