Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Arek-arek Suroboyo semasa perang kemerdekaan dikenal semangat heroiknya. Keinginan untuk merdeka kala itu mencuat. Bahkan, menjadi harga mati bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain para pahlawan yang bertarung mengangkat senjata, ternyata terdapat pula para Jurnalis yang perannya tak kalah penting.

Monumen Pers Perjuangan Surabaya adalah saksi bisu besarnya pengaruh pers pada zaman itu. Monumen ini untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para wartawan saat terjadinya perang melawan penjajah. Peranan mereka sangat penting. Karenanya, berita kemerdekaan dan perjuangan bangsa Indonesia ter-ekspos hingga ke luar negeri.

Monumen Pers. (Foto/amel)

Beberapa benda bersejarah selama masa perjuangan dapat dilihat di museum ini. Seperti pesawat radio, transmitter dan receiver yang digunakan untuk mendukung perjuangan merebut kemerdekaan RI. Selain itu, terdapat prasasti yang bertuliskan bagaimana kisah monumen ini.

Prasasti tersebut bertuliskan begini: “Di Gedung Ini Tunjungan 100 pada tanggal 1 September 1945 didirikan Kantor Berita Indonesia/Antara yang mengabdikan perjuangannya untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Gedung ini dulu digunakan sebagai pusat kegiatan Kantor Berita Indonesia. Sekaligus markas pejuang pers di tahun 1945. Itulah sebabnya monumen ini dimasukkan ke dalam cagar budaya Kota Surabaya sebagai bangunan bersejarah’.

“Sangat disayangkan, monumen ini belum diisi dengan alat peraga dan benda bersejarah, khususnya perangkat yang digunakan wartawan masa perjuangan atau foto-foto hasil liputan wartawan di masa itu,” kata Putra, pengunjung Monumen Pers, kepada bisnissurabaya.com Senin (19/11) siang. (fara/amel)