Pesta rakyat. (Foto/imam)

Tuban, (bisnissurabaya.com) – Pesta rakyat dalam rangka peringatan Hari Jadi Tuban (HJT) ke-725 tahun 2018 dengan menyediakan berbagai menu makanan gratis diserbu warga. Kegiatan yang didukung PT Pertamina (Persero) Tbk yang digelar di Alun-Alun Tuban, Jawa Timur/Jatim itu dibuka Bupati Tuban Fathul Huda, dan berlangsung selama dua hari mulai 16-17 November.

Sejumlah warga yang mendapatkan kupon langsung menyerbu kedai-kedai dari 100 pedagang kaki lima (PKL). Bahkan, nasi goreng, bakso, tahu campur, jajan tradisional seperti gethuk, lopis, tiwul, dumbek sudah habis sejak sore hari.

Pesta rakyat dalam rangka Hari Jati Tuban. (Foto/imam)

“Ini murni kegiatan yang berbasis rakyat. kupon yang kami pagi hari pertama sekitar 4000 kupon,” kata Ketua Panitia Pesta Rakyat, Sriwiyono, Sabtu (17/11) pagi.

Ia menambahkan, kupon makanan dan minuman gratis itu sasarannya, anak yatim, kaum duafa, tukang becak, pasukan kuning dan lainnya. Kupon dibagikan melalui desa/kelurahan di Kecamatan Semanding, Tuban dan Palang. Panitia juga menyediakan kupon di lokasi yang diperuntukkan peziarah Sunan Bonang maupun musafir.

“Tapi, jumlahnya sangat terbatas kalau di lokasi. Jadi kami mohon maaf kalau semalam ada yang tidak kebagian kupon,” tandas Sriwiyono.

Pesta rakyat. (Foto/imam)

Bupati Tuban, Fathul Huda memberikan apreseasi tersendiri kegiatan tersebut. Kegiatan yang berbasis rakyat itu harus selalu dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang. Apalagi kegiatan ini murni dari pihak ketiga.

“Mulai dari konsep, pelaksanaannya maupun pendanaannya murni pihak ketiga pemda. Atau panitia HJT hanya sebatas memberikan masukan dan saran saja. Keterlibatan PKL ini juga inisiasi pihak ketiga,” ungkap Bupati Fathul Huda.

Hari kedua, pesta rakyat ini kupon yang telah disebar juga habis pada hari pertama. “Kupon sudah kami sebar. Kalau hari pertama warna hijau, hari kedua warna merah. Kupon hari pertama tidak berlaku lagi di hari kedua,” imbuh Sriwiyono.

Warga Tuban berharap agar kegiatan HJT tidak hanya digelar di wilayah kota saja, sehingga warga yang jauh dengan pusat kota bisa menikmatinya. “Kami juga warga Tuban, kenapa peringatan HJT hanya di pusatkan di kota saja,” terang Edy warga Jatirogo. (imam suroso)