Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Presiden Republik Indonesia pertama, Soekarno, pernah berkata, ” Gantungkan cita-citamu setinggi langit, supaya jika engkau gagal jatuh diantara bintang-bintang”. Kata bijak yang disampaikan Bung Karno, ini, mengajarkan agar setiap orang untuk bercita-cita besar.

Di era modern seperti sekarang ini, kemajuan teknologi mampu membuat suatu terobosan. Berupa visualisasi, dimana seseorang dapat menembus lorong waktu untuk berkelana dimasa lampau maupun dimasa akan datang. Film animasi Jepang Doraemon yang sangat disukai anak-anak adalah salah satu contoh visualisasi tersebut. Jumat (16/11) kemarin Presiden Joko Widodo, meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Provinsi Papua. Sebanyak tujuh mimpi besar anak-anak Indonesia diletakkan secara permanen di Monumen Kapsul Waktu Impian Indonesia di Merauke, di ujung timur Indonesia.

“ Menurut Pak Jokowi, Kelak di tahun 2085 saat dibuka oleh penerus kita. Apakah tujuh mimpi besar itu telah bisa kita wujudkan? Jadi, ini bukan semata-mata monumen biasa. Ini adalah monumen impian kita bersama,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, kepada bisnissurabaya.com Jumat (16/6) kemarin.
Presiden menjelaskan untuk bisa dibaca, bertahan puluhan tahun, tujuh impian anak-anak bangsa dimasukkan dalam kapsul yang bentuknya sangat futuristik.

“Beliau juga mengikuti di media sosial yang ramai membicarakan Monumen Kapsul Waktu ini. Katanya, bentuknya seperti markas Avengers yang juga sangat futuristik,” jelas Bey Machmudin.

Monumen ini, kata dia, memiliki jiwa dan semangat yang sama dengan Avengers. Para Avengers, bukan hanya punya mimpi besar, tapi juga melakukan tindakan yang besar untuk melindungi orang banyak, melindungi orang yang lemah. Begitu pula, melalui monumen ini, bukan saja meletakkan mimpi sebagai bangsa yang besar, tapi kita akan berkerja keras, bekerja bersama, berikhtiar untuk mewujudkan mimpi besar itu.

Tujuh mimpi anak-anak bangsa dari 34 Provinsi yang ditulis dan disimpan dalam Kapsul waktu itu antara lain, SDM Indonesia kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia, masyarakat Indonesia menjunjung tinggi pluralisme, berbudaya, religius, dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika.

Indonesia sebagai pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia. Masyarakat dan aparatur pemerintah kita bebas dari perilaku korupsi. Membangun infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. Indonesia sebagai negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik.

“Dan yang ke tujuh, Indonesia sebagai barometer pertumbuhan ekonomi dunia,” tambah Bey Machmudin.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Irianto Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Papua Barat Lukas Enembe, dan Bupati Merauke Frederikus Gebze. (nanang)