Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Jembatan Surabaya – Madura (Suramadu) gratis. Peresmian penggratisan langsung dilakukan Presiden Joko Widodo. Perubahan status jembatan yang menghubungkan dua pulau itu tak lepas dari banyak tujuan. Salah satunya, meningkatkan ekonomi, kesejahteraan serta keadilan masyarakat Madura. Hal itu, keinginan dari Presiden Jokowi saat membuka peresmian penggratisan.

Sebelumnya, Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 kilometer yang diresmikan 2009 itu adalah yang digratiskan lebih dahulu untuk jalur sepeda motor sejak 2017. Kini, jalur mobil juga tak berbayar mulai Sabtu (27/10). Sejak diresmikan 10 tahun lalu, perekonomian kawasan di sisi Madura memang belum tampak ada perubahan signifikan.

Bahkan, hingga kini dari empat kabupaten di Madura, dua di antaranya tergolong daerah tertinggal. Yakni, Bangkalan yang berada di sisi jembatan, serta Sampang. Meski, masih ada pro dan kontra terhadap usulan wilayah Madura yang ingin memekarkan diri menjadi provinsi.

Hal itu, berbanding terbalik dengan sisi Surabaya yang tampak pembangunannya, sudah terlihat dengan banyaknya rumah toko (ruko) dan beberapa kios kecil atau warung kopi untuk melepas lelah warga sekitar.

Sebaliknya, di Madura selepas pintu keluar jembatan, adanya luang pemandangan bentangan alam kosong masih tampak. Bahkan, beberapa kilometer masih terlihat lahan sawah yang luas dan sebagian gersang. Hanya terlihat beberapa kios warga penjual oleh-oleh khas Madura yang nampak tak tertata rapi.

Hanya yang menjadi maskot saat ini ada makanan khas bebek Sinjai Madura. Selebihnya, tak terlihat ada kemajuan berarti. Kini jembatan sudah digratiskan. Peluang untuk meningkatkan ekonomi masyarakat kian besar. Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Dr H Muh Syarif MSi, minta empat kepala daerah di Pulau Madura, segera melakukan percepatan pengembangan ekonomi Madura setelah berubahnya status Suramadu.

“Ini kesempatan emas bagi Madura dengan pembebasan tarif tol Suramadu ini awal yang baik untuk menggerakkan ekonomi di pulau yang dikenal dengan karapan sapi ini,” ujarnya.
Ia meyakini, seluruh jenis kendaraan, kemiskinan dua daerah tertinggal di Madura itu bisa segera diatasi. “Saya yakin Madura bisa cepat membangun,” tambahnya.

Setidaknya, ada lahan kosong yang cukup luas masih terhampar di sisi jembatan (Bangkalan). Mestinya, ini sangat strategis untuk digarap sebagai destinasi wisata. Misalnya, dimanfaatkan untuk pembangunan hotel atau tempat wisata lain dengan pemandangan langsung ke jembatan yang diresmikan Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara, Ikatan Keluarga Madura (Ikama) optimistis investor akan berdatangan ke Pulau Madura untuk menanamkan investasinya. “Kami berharap dengan pembebesan tarif ini bisa menggaet investor masuk ke Madura,” kata Ketua DPW Ikama Jatim, Buchori Imron.
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam, berharap dengan pembebasan tarif tol Suramadu ini berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat di empat kabupaten di Madura.

Jokowi, sendiri ketika meresmikan pembebaskan tarif Suramadu mengatakan keputusan itu diambil demi meningkatkan perekonomian Madura. “Negara tidak berhitung untung atau rugi. Negara itu berhitung yang berkaitan dengan keadilan sosial, yang berkaitan dengan rasa keadilan, kesejahteraan. Itu yang dihitung,” kata Jokowi, Sabtu (27/10) lalu.

Dia minta, semua pihak tak mempolitisasi pembebasan tarif dan menyatakan pembebasan tarif sama sekali tak berkaitan dengan Pilpres 2019. “Jangan apa-apa dikaitkan dengan politik. Ini urusan ekonomi, urusan investasi, urusan kesejahteraan, urusan rasa keadilan,” kilahnya. (ton)