Tuban, (bisnissurabaya.com) – Kirab budaya peringatan Hari Jadi Tuban ke-725 tahun 2018 menggambarkan kepindahan pusat pemerintahan Bupati Ronggolawe dari Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding menuju ke Kota Tuban.

Para pengiring dengan memakai pakaian prajurit kadipaten berjalan dari Balai Desa Prunggahan menuju Pendopo Krida Manungga Tuban yang menjadi pusat pemerintahan Bupati Ronggolawe hingga sekarang.

Bupati Tuban, Fatkhul Huda (tengah) saat menerima petaka. (Foto/oso)

Pagelaran pawai budaya yang merupakan napak tilas masa lalu ini diikuti 34 komunitas. Dalam napak tilas itu, digambarkan perpindahan pemerintahan itu ditandai dengan penyerahan bendera pataka usai diarak dari Prunggahan menuju Krida Manunggal.
Bupati Tuban Fathul Huda, mengatakan, kegitan ini bertujuan agar masyarakat Tuban mengetahui sejarah Kabupaten Tuban terutama para generasi muda saat ini.

“Agar generasi muda memiliki rasa tanggung jawab dan memiliki rasa ingin meneruskan perjuangan para pendiri Kabupaten Tuban,” kata Bupati Fathul Huda, Senin (12/11) pagi.
Selain itu, Bupati Fathul Huda, berharapan agar nantinya masayarakat Tuban bisa memahami kemajuan selama ini. Inovasi harus terus dilakukan agar kesejahteraan masyarakat bisa tercapai.

Pelaksanaan Kirab Budaya tersebut mengangkat tema Pemuda Tuban Bersatu dan #kitauntuktuban. Kegiatan yang diikuti puluhan kominutas di Tuban yang mengusung berbagai macam budaya sejarah itu menyedot perhatian warga masyarakat Kabupaten Tuban.

Kirab Budaya mengiringi bendera pataka sebagai simbul kepindahan pemerintahan Tuban dari Prunggahan Kulon ke Pendopo Krida Manunggal Tuban. (Foto/oso)

“Kegiatan kirab budaya ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya yang bersumber dari nilai tradisi budaya lokal,” terang Kabag Humas Pemkab Tuban, Ubaid Rahman di sela-sela kirab.

Dalam kirab tahun ini, diikuti sekitar 40 kelompok pemuda dan juga berbagai komunitas budaya yang ada di wilayah Kabupaten Tuban. Para peserta memperagakan berbagai budaya yang ada di Tuban, seperti halnya memperagakan budaya tumpeng robyong, menggunakan pakaian adat batik dan udeng, serta peserta yang berperan sebagai Ronggolawe.

“Dengan kirab seperti ini supaya bisa meningkatkan peran edukasi bagi generasi muda tentang pemahaman budaya daerah. Semoga kegiatan ini semakin meriah setiap tahunnya, dan mampu meningkatkan kreatifitas dan sumber daya manusia khususnya pelaku seni dan generasi muda,” lanjutnya.

Dari 40 kelompok tersebut melibatkan sekitar 1.250 orang yang terdiri dari berbagai komunitas yang ada di Tuban Bumi Wali .

Sementara itu, ribuan warga masyarakat nampak antusias melihat prosesi kepindahan pusat pemerintahan dari Prunggahan Kulon ke Pendopo Krida Manunggal. Warga nampak memenuhi pinggir jalan-jalan protokol, rute yang dilewati iring-iringan berbagai budaya yang ditampilkan dalam kirab budaya itu.

“Senang mas melihatnya, acara seperti ini bisa jadi hiburan bagi warga. Harapannya semoga tahun depan bisa lebih meriah lagi dan pesertanya bisa lebih banyak,” ungkap Ghopar (37), salah satu warga yang melihat kirab budaya Tuban itu. (oso)