Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pegawai muda Badan Usaha Milik Negara/BUMN Pelindo III atau yang biasa disebut Generasi Milenial, menjadi guru sehari untuk mengenalkan dunia maritim pada siswa-siswi SDN Kawasan Perak Barat, Surabaya, Jumat (9/11). Aksi sosial yang edukatif tersebut merupakan kegiatan BUMN Mengajar, Millennials Go To School yang digagas Kementerian BUMN.

“Pelindo III sebagai BUMN maritim mengambil kesempatan ini untuk tidak hanya mengenalkan tentang kinerja BUMN, tetapi sekaligus mengajak adik-adik lebih mengenal potensi maritim Indonesia. Milenial Pelindo III membawa banyak foto-foto besar tentang berbagai hal yang bisa dilihat di pelabuhan sembari menjelaskan fungsinya. Mulai, dari aneka jenis kapal, crane, hingga profesi-profesi yang bisa digeluti di bidang maritim ketika mereka besar nanti,” kata Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat, kepada bisnissurabaya.com.

Pelindo III memberikan bantuan CSR. (Foto/ist)

“Aksi sosial yang kreatif ini memfasilitasi dua generasi sekaligus. Para milenial diberi kepercayaan dapat berkarya untuk BUMN dengan cara yang berbeda dan kreatif. Para milenial ini merasa bahwa berkontribusi dengan caranya sendiri merupakan suatu hak. Sedangkan adik-adik SD yang termasuk Generasi Z ini dapat merasakan iklim belajar yang kolaboratif. Mereka sejak dini juga dimotivasi untuk berkarya demi negara,” jelasnya lagi.

Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo III Toto Nugroho, yang hadir bersama para milenial Pelindo III dan terlihat asyik bermain bersama anak-anak SD. Mereka membawa miniatur kapal peti kemas dan peta dunia besar, lalu menggelarnya di halaman sekolah. Anak-anak pun berkerumun dan mendengarkan cerita tentang bagaimana barang dari berbagai belahan dunia yang berbeda hanya bisa didistribusikan melintasi samudera dengan diangkut oleh kapal laut.

Guru Milenial BUMN mengajar. (Foto/ist)

Menurut Toto, program Spirit of Milennials bertujuan untuk memaksimalkan potensi karyawan millennials setiap BUMN agar bisa menjadi aktor utama perubahan positif. Baik bagi perusahaan maupun bagi Indonesia. “Senada dengan arahan Menteri BUMN, sebagai salah satu instrumen penting pendorong perekonomian bangsa, BUMN harus bisa eksis dan terus ada hingga 100 tahun mendatang. Program ini berguna untuk terus membina karyawan mudanya agar bisa menjadi pegawai yang berkualitas. Sehingga nantinya bisa membawa BUMN terus eksis di masa depan serta menghadapi perubahan di era global,” katanya.

Pada acara tersebut, Kepala Sekolah SDN Kawasan Perak Barat Sholikin, menyampaikan aksi BUMN Mengajar yang dilakukan Pelindo III menjadi salah satu jenis kegiatan yang ditunggu-tunggu komunitas sekolah. “Supaya generasi muda tak hanya bekerja, tapi ada unsur sosialisasi ke anak-anak. Bagaimana caranya untuk meraih keberhasilan itu dibagikan. Harapan saya, anak-anak didik kami kelak juga bisa kerja dengan cerdas dan tangkas, serta efisien seperti pekerja BUMN di sektor pelabuhan misalnya,” ungkapnya.

Menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, ratusan milenial dari 13 BUMN menjadi guru untuk sekitar 1.000 siswa di 12 Sekolah Dasar/SD di Surabaya. Aksi tersebut menjadi simbol peneladanan heroisme para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kini para milenial BUMN juga turut berjuang di bidang pendidikan dengan memotivasi belajar agar kelak bisa berkarya untuk negeri. Seperti yang dilakukan oleh 118 BUMN pada 13 sektor layanan di Indonesia. (bw)