2021 Kontrak Freeport Berakhir, Tak Perlu Divestasi

713

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Stop Divestasi Freeport. Kontrak karya PT Freeport berakhir 2021. Banyak pihak memberikan masukan agar tak lagi diperpanjang karena poin-poin pada skema divestasi saham PT Freeport sama sekali tak menunjukkan keberpihakan secara ekologis.

Sikap ini juga ditunjukkan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2018-2020 dalam diskusi publik yang bertemakan ” Progres Disvestasi PT Freeport dalam Perspektif Lingkungan”. “Maka dari itu, kami minta pemerintah untuk meninjau kembali proses divestasi saham Freeport dan segera menyusun langkah strategis yang lebih berkeadilan secara ekologis dalam proses tersebut,” kata Ketua Bidang Lingkungan Hidup PB HMI Abdul Rabbi Syahrir.

Suasana diskusi PB HMI tentang divestasi PT Freeport Indonesia. (Foto/ist)

Ia minta pemerintah melalui kementerian terkait untuk memerintahkan PT Freeport segera menyelesaikan kewajiban lingkungannya dimana hasil evaluasi ekonomi dan menjadi temuan BPK karena berpotensi menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 185, 01 triliun. “Kami meminta kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka kepada publik dokumen proper terbaru PT Freeport dan memberi sanksi tegas terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi akibat operasi PT Freeport tersebut,” jelas Rabbi.

Dalam temuan BPK tersebut, ada sekitar 4.535 Ha kawasan hutan lindung yang merupakan area operasi PT Freeport tanpa Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH). PB HMI minta kepada KPK untuk menyelidiki hal tersebut karena patut diduga telah terjadi upaya gratifikasi, suap, dan lain sebagainya dalam hal pemaksaan eksplorasi dan produksi tanpa izin yang dilakukan PT Freeport tersebut.

“Dengan mempertimbangkan kontrak karya PT FI akan segera selesai pada Tahun 2021,  kami meminta kepada Pemerintah untuk tidak memperpanjang Kontrak Karya PT FI,” tambah Rabbi.  Dengan demikian pemerintah tidak perlu melakukan divestasi saham PT Freeport, sehingga alokasi anggaran untuk divestasi dapat dialokasikan kepada hal-hal lain yang lebih produktif. (nanang)