Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pola komunikasi politik. Sore kemarin Senen 29 Oktober, Ada pemandangan luar biasa di  kampung Tempurejo RT 02 RW III Kelurahan Dukuh Sutorejo Kecamatan Mulyorejo Surabaya. Kampung yang setiap harinya tenang dan lengang mendadak ramai, karena warga  kedatangan tamu istimewa. Siapa lagi kalau bukan Puti Guntur Soekarno.

Kehadiran Puti, disana tidak direncanakan. Walau hanya menyapa warga, namun, sambutan Warga sangat  antusias. Mereka berebut untuk bersalaman dan berfoto bersama.”Walau hanya menyapa dan berfoto, warga senang luar biasa. Mereka menyukai gaya komunikasi Mbak Puti, yang natural dan tidak dibuat- buat,” kata Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Mulyorejo, Agus Basuki Sahari, kepada bisnissurabaya.com Senin (29/10) kemarin.

Saat di Rumah Agus Basuki Sahari. (Foto/nanang)

Kegiatan blusukan dilanjutkan dengan silahturahmi di rumah Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Mulyorejo yang juga merupakan markas pemenangan PDI Perjuangan. Disana mantan Cawagub Jatim  bertemu pengurus dan memberi semangat untuk menyambut Pemilu 17 April 2019 dengan memenangkan PDI Perjuangan  dan Jokowi sebagai calon presiden.

Disela-sela acara konsolidasi berlangsung, tiba- tiba datang Gus Fahmi, seorang tokoh agama yang juga cucu KH Hasbollah Umar Sumbo. Kemudian hal  ini dimanfaatkan hadirin untuk meminta kepada ulama mendoakan agar Mbak Puti, didoakan dapat menjalankan tugas sebagai caleg DPR RI dari Dapil Surabaya-Sidoarjo.

“Tamu yang hadir, baik kader partai, tokoh masyarakat nelayan yang hadir tampak ikhlas mendoakan Mbak Puti, agar dapat menjalankan amanatnya sebagai wakil rakyat,” jelas Agus Basuki. Acara blusukan dan sapa warga ini benar- benar dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasinya. Kehadiran Mbak Puti, ditengah-tengah mereka diharapkan dapat  memperjuangkan nasib masyarakat nelayan  yang seringkali tidak tentu penghasilan dan nasibnya.

Program pemberdayaan nelayan perkotaan dan masyarakat pesisir diharapkan dapat diakses secara luas dan mudah. Sehingga nasib nelayan dapat lebih sejahtera. Sehingga tidak lagi terdapat celah yang lebar antara masyarakat nelayan di pesisir dengan penduduk tengah kota yang  kebanyakan bekerja sebagai pegawai atau pelaku usaha.

“Mbak Puti, secara khusus juga berpesan agar para kader partai menjaga stamina dan kesehatan karena hari “H” pemilu masih 6 bulan lagi,” tambah Agus Basuki, yang juga caleg  PDI Perjuangan di Dapil 3. Model komunikasi blusukan dan langsung menyapa warga diharapkan tak hanya dilakukan pada masa kampanye pemilu saja, tetapi juga terus dikerjakan saat sudah menjabat. Sehingga ada komunikasi yang terjaga antara pemimpin dengan yang dipimpin. (nanang)