Jembatan Suramadu Non Tol Resmi Digratiskan

74

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menggratiskan tarif Jembatan Tol Surabaya-Madura ( Suramadu ) mulai Sabtu (27/10) ini. Praktis, fungsi jembatan tersebut saat ini berubah menjadi jalan umum dari semula jalan tol

Kini masyarakat pun bisa melintas di jembatan itu tanpa biaya alias gratis. Acara peresmian pembebasan biaya tol itu berlangsung di tengah Jembatan Suramadu, tepatnya di jalur dari arah Bangkalan menuju Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10) didampingi oleh Ibu Negara Iriana ikut dalam kegiatan ini.

Presiden Jokowi sendiri mengakui kebijakan itu dari perhitungan yang dilakukan, keberadaan Tol Suramadu itu belum memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Madura.

“Kita lihat ketimpangan, kemiskinan, angka-angka kalau dibandingkan dengan wilayah Jatim lainnya, misalnya Surabaya dan Sidoarjo, di Madura masih 16-23 persen” katanya.

Dengan penghitungan dan menimbang masukan dari berbagai pihak, terutama tokoh masyarakat dan agama, maka Tol Jembatan Suramadu resmi berganti nama menjadi Jembatan Suramadu non tol. Dengan ini, masyarakat bebas melintas tanpa dikenai biaya.

“Kita harapkan dengan menjadi jembatan non tol biasa kita berharap pertumbuhan ekonomi Madura akan semakin baik, investasi akan datang semakin banyak, properti turis akan semakin berkembang, dan insyaAllah pertumbuhan ekonomi akan kelihatan,” ujarnya.

AVP Corporate Communications Jasa Marga Dwimawan Heru menambahkan, pembebasan tarif ini telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) yang kemudian mengubah fungsi Jembatan Suramadu dari tol menjadi jalan umum.

“Ada Perpresnya yang menetapkan Jembatan Tol Suramadu dari jalan tol menjadi jalan umum tanpa tol,” jelas dia. Heru menambahkan, misi menggerakkan ekonomi kawasan merupakan faktor utama penghapusan tarif tersebut.

“Hal ini dalam rangka percepatan pengembangan ekonomi kawasan Surabaya Madura,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumbya jembatan Suramadu diresmikan pada Juni 2009 silam. Dalam perjalanannya, pemerintah sempat memangkas tarif sebesar 50 persen pada 2016, sementara kendaraan roda dua diberi kelonggaran tak dikenai ongkos masuk.

Adapun pengenaan tarif Jembatan Tol Suramadu sebelum digratiskan yakni:
– Golongan I (sedan, jip, pick up/truk kecil, dan bus), Rp 15 ribu
– Golongan II (trik dengan dua gandar), Rp 22.500
– Golongan III (truk dengan tiga gandar), Rp 30 ribu
– Golongan IV (truk dengan empat gandar), Rp 37.500
– Golongan V (truk dengan lima gandar), Rp 45 ribu.

Jasa Marga merupakan operator Jembatan Suramadu sejak 2014. Biaya pemeliharaan jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini akan ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jembatan ini diresmikan oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 2009. Dua tahun lalu, pemerintah memangkas tarif 50 persen, sementara kendaraan roda dua diberi kelonggaran tak dikenai ongkos masuk.(ton)