Jakarta, (bisnissurabaya.com) – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Dar es Salaam, Prof. Dr. Ratlan Pardede yang juga terakreditasi untuk negara Uni Komoro hadir dalam upacara penyerahan surat kepercayaan kepada Presiden Uni Komoro, H.E. Azali Assoumani di Moroni, Kamis (25/10).

Upacara tersebut didahului dengan penyerahan salinan surat tauliah kepada Minister of foreign Affairs International Cooperations, and Francophonie (Menteri Luar Negeri) Uni Komoro, H.E. Mohamed El-Amine Souef pada 23 Oktober lalu.

Dalam pertemuan dengan Presiden Uni Komoro, Dubes RI Dar es Salaam telah menyampaikan keinginan RI untuk terus meningkatkan kerjasama bilateral dengan Uni Komoro dalam bidang ekonomi, sosial budaya (khususnya pendidikan dan pelatihan), serta politik (isu-isu multilateral dan pencalonan di berbagai organisasi internasional.

“Kegiatan ini merupakan bentuk upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kerjasama bilateral dengan negara-negara terakreditasi seperti Uni Komoro,” terang Dubes RI Ratlan Pardede pada awak media, Kamis (25/10).

Terkait hubungan perdagangan bilateral, tercatat adanya peningkatan nilai perdagangan yang signifikan antara Indonesia dan Uni Komoro, dari USD$ 3,8 juta pada tahun 2016 menjadi USD$ 14,05 juta di tahun 2017. Kedepan pemerintah Indonesia akan terus berupaya meningkatkan kerjasama ekonomi dengan Uni Komoro di berbagai bidang.

Selain itu Ratlan juga mempromosikan peluang beasiswa, studi dan berbagai program pengembangan kapasitas di Indonesia, khususnya melalui skema beasiswa KNB maupun program kerjasama teknis.

Sementara itu, Presiden Uni Komoro mengapresiasi berbagai bantuan yang telah diberikan Indonesia kepada Uni Komoro, baik melalui pemberian beasiswa maupun berbagai pelatihan dan pengembangan kapasitas bagi masyarakat Uni Komoro diberbagai sektor. Ia juga menyampaikan keinginannya untuk dapat mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat, guna memperkuat kerjasama bilateral antar kedua negara.

Sebagai sesama negara yang mayoritas penduduknya muslim dan negara kepulauan, Presiden Uni Komoro mengungkapkan keyakinan akan potensi kerjasama bilateral RI-Uni Komoro yang besar. Ia secara khusus mengundang para pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di Uni Komoro, dalam sektor pariwisata dan perikanan.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Luar Negeri (Menlu) Uni Komoro memberikan pengakuan terhadap peran kepemimpinan Indonesia dalam Gerakan Non Blok maupun dalam Organisasi kerjasama Islam.

Uni Komoro sendiri merupakan negara kepulauan di Afrika Timur, dengan ibukota Moroni. Secara de facto, Uni Komoro terdiri dari tiga pulau, yakni pulau Gazija ( Grande Comore), Anjouan dan Moheli.

Sejumlah komoditas unggulan Uni Komoro antara lain seperti vanila, ylang-ylang (bahan baku utama parfum), cengkeh dan kopra yang telah diekspor ke berbagai negara.

Kegiatan ini merupakan serangkaian bentuk komitmen pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kerjasama bilateral khususnya dalam bidang ekonomi dengan negara-negara terakreditasi seperti, Tanzania, Rwanda, Burundi dan Uni Komoro. (han)