Tagana menjemput pengungsi. (Foto/nanang)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Transito adalah sebuah kawasan perkantoran dan asrama milik Dinas Transmigrasi Jawa Timur/Jatim yang terletak di Margorejo Surabaya. Dulu tempat ini merupakan asrama transit bagi mereka yang akan diberangkatkan ke luar pulau untuk mengikuti program transmigrasi.

Sekitar tiga minggu yang lalu tempat ini kembali diramaikan oleh banyak orang menginap di asrama. Mereka bukannya mau ikut berangkat transmigrasi, tetapi warga Jatim korban bencana gempa bumi di Palu dan Donggala dan bermaksud kembali pulang ke rumah asal di Jatim.

Sandy, sekretaris Tagana Jatim. (Foto/nanang)

“Sejak bencana Palu memasuki hari kedua, kami Tagana Jatim mendapat tugas dari BPBD melalui Dinsos untuk menyiapkan akomodasi dan konsumsi penyambutan pengungsi bencana gempa Palu asal Jatim. Dan kami menyiapkan tempat ini. Dulu tempat ini pernah dipakai untuk menampung pengungsi Gafatar,” kata Sekretaris Tagana Jatim, Sandy, kepada bisnissurabaya.com Kamis (25/10) kemarin.

Untuk menyambut kedatangan pengungsi yang datang melalui Pelabuhan Laut Perak dan Bandar Udara Abdul Rahman Saleh, para relawan korps baju biru Tagana tidak hanya menyiapkan petugas dan armada transportasi penjemput, tapi juga membuka dapur umum untuk menyiapkan konsumsi makan sehari-hari untuk pengungsi selama berada di transito.

Kegiatan penyiapan di transito dikoordinir Tagana Surabaya senior. Yang, Paryudi dan Rudi. Mereka menyiapkan semua bahan makanan untuk keperluan memasak sesuai menu yang ditetapkan dan dimasak di dapur umum. Seperti nasi, tumis buncis, sarden, telur bali, dan lain-lain.

“Kesibukan teman-teman di transito tidak kalah dibandingkan dengan mereka yang ditugaskan di lokasi bencana Palu. Sebenarnya teman-teman banyak yang ingin diberangkatkan, tapi yang diminta oleh Kementerian Sosial baru dua gelombang,” jelas laki-laki yang berperawakan tegap ini.

Rasa sedih bercampur gembira menjadi satu saat rombongan pengungsi tiba di transito. Mereka terlihat sangat lelah setelah menempuh perjalanan jauh meninggalkan rumah, harta, pekerjaan, dan keluarga yang meninggal karena bencana tersebut.

Tagana Jatim akan melakukan aktifitas di Transito mendampingi pengungsi sampai ada keputusan dari intansi berwenang terkait posko pengungsian tersebut. “Tugas mereka disana sekitar dua minggu seiring masa tanggap darurat berakhir,” tambah Sandy, yang juga warga Sidoarjo ini.(nanang)