Tuban, (bisnissurabaya.com) – Dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) yang dikeluarkan PT Semen Indonesia hingga September 2018 sebesar Rp 12,1 miliar. Sementara, Dana pinjaman lunak kemitraan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Tuban hingga Agustus 2018 sebesar Rp 9,7 miliar.

“Kita akan terus mengembangkan ekonomi warga Tuban sesuai dengan amanat perusahaan. Sehingga, perusahaan akan tumbuh pesat bersamaan dengan peningkatan ekonomi warga,” kata Direktur Utama/Dirut PT Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, disela-sela Pekan Raya Semen Indoesia (PRSI) dalam rangka HUT PT SI ke 61 di Gedung Graha Sandya, Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/10).

Hingga 2018, kata dia, PT Semen Indonesia telah melakukan kemitraan dengan UKM di Tuban sebanyak 7.993 UKM dengan serapan tenaga kerja sebanyak 9.981 orang. Dari jumlah UKM binaan omsetnya tercatat Rp 109 miliar.

Kegitan PRSI tahunan ini dilaksanakan selama 5 hari sejak 24 Oktober 2018 dan akan berakhir pada 28 Oktober mendatang. PRSI 2018 ini disediakan 171 stand booth yang terdiri dari kalangan binaan UKM Semen Indonesia, Karang Taruna desa sekitar, perbankan, pedagang, kelompok penggiat budaya, otomotif, food cort, dan lain-lain. Sedangkan, untuk yang stand open space ada 343 stan yang diperuntukan para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Kegiatan yang bertemakan “Semangat Persatuan Dalam Nuansa Kebersamaan Untuk Mewujudkan Produk-Produk Unggulan” itu sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap Mitra Binaan dan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Tuban untuk sarana membangun networking dan tranfer knowledge antar UKM di Tuban maupun dengan UKM dari wilayah lainnya.

‘’Kegiatan ini kita lakukan tidak hanya sebagai perayaan atau rutinitas saja. Namun, merupakan salah satu upaya perusahaan untuk menumbuhkan para pelaku usaha. Selain itu, melalui kegiatan ini diharapkan adanya transfer ilmu atau pengetahuan antara pelaku usaha,’’ ujarnya.

Pada kegiatan PRSI yang diikuti oleh 94 persen pelaku usaha dari Kabupaten Tuban dan sisanya pelaku usaha dari luar Tuban ditargetkan omset transaksi sebesar Rp15 miliar. Target omset transaksi tersebut naik Rp 1,4 milyar dari omset transaksi PRSI pada 2017. Yakni, sebesar Rp 13,6 miliar.

‘’Kita berharap kegiatan ini akan dapat memunculkan entrepreneur baru, menumbuhkan tingkat perkonomian daerah agar kesejahteraan menjadi meningkat, sekaligus sebagai sarana promosi bagi pelaku usaha untuk mengenalkan produk mereka kepada masyarakat luas,’’ ungkapnya. (oso)