Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kecelakaan maut kembali terjadi di Surabaya. Musibah yang melibatkan mobil Mitsubishi Pajero hitam bernopol W 1165 YV kontra Kereta Api Sri Tanjung jurusan Surabaya-Banyuwangi terjadi di perlintasan kereta api di Jalan Pagesangan, Jambangan sekitar pukul 14.00 WIB Minggu (21/10) kemarin. Tiga orang dalam satu keluarga tewas dalam kejadian itu.

Mereka adalah Gatot Sugeng (54), istrinya Indah Widyastuti (45), dan anaknya, Gilang Raswara Ilham. Mereka warga Wisma Trosobo, Taman, Sidoarjo.

Lokasi kecelakaan terjadi tepat di perlintasan kereta api sisi barat Masjid Al Akbar Surabaya, tepatnya di bawah jembatan tol. Sehari-hari, di perlintasan itu, palang pintu kereta api dijaga warga setempat.

Karena letaknya berada di perkampungan dengan luas jalannya kecil, dan biasanya ramai padat kendaraan, karena itu kendaraan melintas berjalan pelan.

Menurut saksi mata, saat kejadian Pajero yang dikemudikan korban melaju dari arah barat menuju ke timur. Dan di waktu yang bersamaan, Kereta Api Sri Tanjung melaju dari arah utara menuju selatan dengan kecepatan tinggi. Diperkirakan jaraknya sekitar 100 meter.

Petugas sudah berusaha menutup palang pintu, namun sayangnya badan mobil tersebut sudah berada di tengah rel. Tabrakan pun tak terhindarkan. Si ular besipun menghantam sisi kiri hingga ringsek dan terseret sampai 10 meter.

“Sebelum mobil masuk, sirine yang biasanya ada enggak ada, sementara mobil sudah di bawah palang. Yang jaga sudah berusaha menutup, tapi keretanya dari jarak 100 meter sudah membunyikan klakson,” kata saksi mata kecelakaan kereta api Qolbi, kepada bisnissurabaya.com Minggu (21/10) kemarin.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Jambangan, Komisaris Polisi Khoirul Anam, mengatakan bahwa palang perlintasan kereta api di lokasi kejadian tidak resmi PT Kereta Api Indonesia. Palang perlintasan kereta api disana dibuat warga sekitar secara sukarela.
“Dua orang penjaga sudah kami mintai keterangan,” kata Khoirul. (nanang)