Tagana Jatim Tangani Korban Tsunami Palu

553

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Kiprah Tagana Jawa Timur/Jatim di Palu. Bencana gempa di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah/Sulteng beberapa waktu lalu meninggalkan luka yang teramat dalam. Gempa yang diikuti tsunami dan banjir lumpur melumpuhkan kehidupan masyarakat disana. Mereka tak hanya kehilangan harta, pekerjaan, tapi juga keluarga.

Beberapa hari setelah terjadinya bencana, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) merespon cepat dengan mengirimkan relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dari berbagai daerah. Diantaranya dari Jatim. Mulai 30 September 2018, Tagana Jatim melakukan penugasan. Mereka melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Dinas Kesehatan dan BPBD Jatim untuk membuka jalur guna mendapatkan informasi dari Pemprov Sulteng.

Suasana pemberangkatan kontingen Tagana Jatim di Palu. (Foto/ist)

Kemudian mencari tempat aman sebagai posko desk tempat koordinasi para relawan dari Jatim dan pengendalian distribusi logistik. “Saya sudah menginfokan kepada semua relawan asal Jatim wajib laporan ke posko untuk mengetahui potensi relawan yang masuk,” kata Koordinator Tagana Jatim, Priyo Prasojo, kepada bisnissurabaya.com, Rabu (17/10).

Disana, kata dia, Tagana melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Seperti kepolisian, Mako Penanggulangan Bencana, Dinkes, PMI, dan SAR dalam upaya mendekatkan informasi orang hilang dan korban meninggal dunia. Selain itu, mereka juga membuka akses untuk mencari info keberadaan warga asal Jatim yang sudah menjadi warga Palu. Tetapi, masih memiliki keluarga di Jatim.

Serta melakukan komunikasi dengan Kemensos dan Dinsos Sulteng untuk pendistribusian logistik dari Jatim terkait tempat penyimpanan, pengamanan, pengangkutan dan pendistribusian langsung ke korban. “Kami sudah membuka jalur komunikasi dengan Dinas Kesehatan dalam upaya penguatan sistem kesehatan masyarakat di shelter pengungsi dan distribusi tenaga media serta tenaga kesehatan langsung di lokasi,” jelas Priyo Prasodjo, yang asli arek Suroboyo ini.

Hal lain, yang mereka lakukan adalah membuka jalur koordinasi dengan BPBD Sulteng untuk membantu kelancaran distribusi bantuan dari laut ataupun udara. Karena, hanya pelabuhan dan bandara yang menjadi rujukan paling aman dan cepat dan bekerja sama dengan Tim Divisi Forensik Polri untuk mendapatkan informasi tepat hasil forensik korban meninggal dunia.

Sebagai relawan yang memiliki kompetensi dapur umum, Tagana Jatim membuka layanan dapur umum dari Kemensos untuk mencukupi layanan makan medis dan para medis di Dinas Kesehatan. “Kami banyak dibantu oleh transmigran asal Jatim dalam pemetaan jalur distribusi bantuan untuk warga Jatim yang disana,” tambah Priyo Prasodjo.

Hal ini menjadi penting, karena proses pengambilan logistik dari Jatim yang lewat jalur Pelabuhan Pantoloan sangat rawan terhadap penghadangan dan penjarahan logistik. (nanang)