Nasabah Bumiputera Resah, Klaim Asuransi Pendidikan Belum Terbayar

1121

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Nasabah Bumiputera resah. Sebab, janji pencairan dana asuransi pendidikan selama 10 bulan yang diputus nasabah sejak 12 Desember 2017 ternyata tak ditepati. Managemen Bumi Putera cabang Wonokromo Surabaya beralasan saat ini sedang ada proses peralihan managemen Bumi Putera ke Otoritas Jasa Keuangan/OJK. Pihak Bumi Putera cabang Wonokromo hanya bisa menunjukkan selembar surat permohonan maaf atas keterlambatan pembayaran klaim.

Rudy, karyawan Bumi Putera cabang Wonokromo, hanya bisa menunjukkan selembar surat berkop bumiputera dengan nomor : 163/PS/Eks/V/2018 yang ditandatangani Adhie M Massardi, Pengelola Statuter AJB Bumiputera 1912 di Jakarta, 23 Mei 2018. ‘’Dana klaim pemutusan asuransi pendidikan atas nama saudara BW belum cair,’’ kata Rudy, kepada bisnissurabaya.com, Jum’at (12/10) lalu.

Tanda terima pemutusan pembayaran asuransi pendidikan. (Foto/bw)

Padahal, BW sudah menceritakan bahwa pada 12 Oktober lalu genap 10 bulan seperti yang dijanjikan Edy, petugas Bumiputera Wonokromo sebelumnya, yang memberikan surat pemutusan kelanjutan angsuran asuransi milik BW pada 12 Desember 2017. Tak puas atas penjelasan Rudy, BW minta dipertemukan Kepala Cabang Bumiputera Wonokromo, Upik.

Upik-pun, tak bisa berbuat banyak. Sebab, selama proses pencairan tetap dilakukan pihak OJK Jakarta, khususnya pejabat yang di tempatkan di Bumiputera. ‘’Saya hanya membantu member rekomendasi agar klaim asuransi pemutusan segera dicairkan. Paling lambat 30 Oktober mendatang,’’ kilah Kacab Bumiputera Wonokromo, Upik.

Dalam surat berkop bumiputera dengan nomor : 163/PS/Eks/V/2018 yang ditandatangani Adhie M Massardi, Pengelola Statuter AJB Bumiputera 1912 di Jakarta, 23 Mei 2018 disebutkan, sehubungan restrukturisasi yang dilakukan AJB Bumiputera 1912 saat ini, managemen Bumiputera melakukan proses penjadwalan ulang pembayaran klaim nasabah.

Sehingga proses pembayaran klaim nasabah pemegang polis mengalami keterlambatan dari waktu yangseharusnya. ‘’Melalui surat ini, kami menyampaikan permohonan maaf,’’ kata Pengelola Statuter Bumiputera, Adhie M. Massardi, dalam suratnya. Sesuai dengan arahan dari OJK, bahwa hak pemegang polis tetap dilindungi dalam restrukturisasi ini.

Sehingga nasabah pemegang polis tak perlu kuatir, bahwa pada saatnya nanti klaim nasabah akan terbayarkan. (bw)