Ini Rumah Batik yang Melestarikan Budaya Nusantara

    142

    Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Batik, warisan nusantara. Ragam kain bermotif ini sangat bermacam-macam. Setiap daerah memiliki ke-khas-an masing-masing yang melambangkan karakteristik suku di Indonesia, dan mengacu pada keanekaragaman.

    Di Jawa Timur/Jatim, terdapat Rumah Batik di daerah Pamekasan, Madura, yang telah dibangun sejak puluhan tahun yang lalu, oleh Faega Ismail. Pada tahun 2008, ibu pengrajin batik ini mendirikan Rumah Batik kedua di Kenjeran, Surabaya. Rumah Batik miliknya ini diresmikan Imam Utomo, yang saat itu menjabat Gubernur Jatim.

    Syarif Usman, pemilik generasi kedua Rumah Batik. (Foto/fara)

    Alasan membangun Rumah Batik kedua di Surabaya karena kota pahlawan ini menjadi salah satu tujuan bagi para wisatawan asing dari mancanegara. Banyak pengunjung yang sengaja datang ke tempat produksi kain bermotif ini untuk mengenal dan mempelajari lebih dekat.

    Batik yang diproduksi di Rumah Batik ini beragam motif. Hampir dari setiap daerah di Jatim bisa ditemukan di tempat ini. Contohnya, macam kain batik dari Pamekasan, Sumenep, Sampang, Jombang, Jember, Kediri, Pekalongan, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tulungagung, dan masih banyak daerah lainnya.

    Pengunjung Rumah Batik Jawa Timur. (Foto/fara)

    “Rumah Batik Jatim pernah mendapatkan rekor muri, karena berhasil membuat batik logo Kota Surabaya terbesar,” kata Syarif Usman, pemilik Rumah Batik generasi kedua kepada bisnissurabaya.com Sabtu (12/10) lalu.

    Rumah Batik buka pada Senin-Jumat mulai pukul 08.00 WIB – 20.00 WIB. Sedangkan Sabtu-Minggu mulai pukul 08.00 WIB – 19.00 WIB. Agar tak melenceng dari tujuan yang hendak dicapai, yakni pelestarian Batik Jatim sebagai aset kekayaan bangsa. Rumah Batik, kerap melakukan pelatihan kepada masyarakat serta memberi edukasi yang menginginkan belajar membatik.

    “Saya telah mengikuti kelas sampai tahap tiga, yakni membuat & mewarnai batik. Asyik banget karena dapat menambah pengalaman dan pengetahuan proses membatik,” ujar Adian, peserta kelas batik. (amel/fara)