Direktur Utama Pelindo III Doso Agung (kanan), Ketua Umum SPPI III Muhammad F. Malik (tengah), dan Sekjen SPPI III M. Adib Fadli (kiri) pada Musyawarah Besar Luar Biasa Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia III di Surakarta, Sabtu (29/9). (foto/ist)

Surakarta, (bisnissurabaya.com) – Serikat Pekerja/SP Pelabuhan Indonesia III (SPPI III) mendukung managemen Pelindo III dalam terminasi kerja sama dengan Dubai Port World (DPW) untuk pengelolaan Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. “Pada April 2019, tahun depan, kontrak kerja sama antara Pelindo III dan DPW akan berakhir, sehingga jadi momen yang tepat bagi Pelindo III untuk mengelola TPS secara mandiri. Hal ini juga sebagai langkah BUMN mengoptimalkan pengelolaan aset negara untuk kepentingan nasional,” kata Muhammad F. Malik, usai terpilih sebagai Ketua SPPI III dalam Musyawarah Besar Luar Biasa di Surakarta, Sabtu (29/9).

Malik yang berpasangan dengan Muhammad Adib Fadli sebagai Sekretaris Jenderal terpilih dengan suara bulat dalam Mubeslub yang penutupannya dihadiri Direktur Utama Pelindo III Doso Agung. Menurut dia, SPPI III yang mengusung prinsip smart partnership, menjadi mitra kerja managemen Pelindo III yang produktif. Karenanya akan mendukung berbagai transisi pengelolaan TPS, terutama pada sisi human capital (sumber daya manusia).

 “Pengalaman kerja sama mengelola TPS dengan DPW sejak 1999 dipandang telah cukup bagi SDM Pelindo III untuk mandiri. Terlebih lagi, di Pelabuhan Tanjung Perak, Pelindo III telah terbukti bisa mengelola Terminal Teluk Lamong yang merupakan terminal semi-otomatis pertama di Indonesia. Jadi Pelindo III Group sebagai BUMN mampu mengelola seluruh aset pelabuhan secara mandiri dan profesional,” tegasnya.

Sekjen SPPI III, M. Adib Fadli menjelaskan, dengan mendukung pengelolaan aset pelabuhan secara mandiri, bukan berarti merupakan sikap anti asing. ” Namun sebagai upaya optimalisasi peran BUMN dan memperkuat sinergi antar BUMN di berbagai sektor sebagai agent of development (agen pembangunan) negara. Sedangkan kerja sama dengan investor dan perusahaan baik dari dalam atau luar negeri akan lebih bermanfaat bagi negara jika diarahkan untuk pengembangan pelabuhan di kawasan timur Indonesia (KTI),” jelasnya.

Sementara itu pada acara penutupan Mubeslub, Dirut Pelindo III Doso Agung, menyampaikan, dukungannya agar SPPI III bertransformasi menjadi federasi serikat pekerja dengan mendorong pendirian SP di seluruh anak dan cucu perusahaan Pelindo III Group. “Anak dan cucu perusahaan jadi satu kesatuan dalam derap langkah SP. Sehingga gaung suaranya lebih terdengar untuk memperjuangkan kepentingan pegawai,” ujarnya Doso Agung.

Doso Agung, memiliki latar belakang yang kental dengan perjuangan kepentingan negara di sektor pelabuhan. Ia termasuk figur di Serikat Pekerja Pelindo II yang berperan aktif menggodog Undang-Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran yang merevolusi pembagian peran di pelabuhan, sehingga mendorong peningkatan profesionalitas para pelaku bisnis di pelabuhan. “Profesionalitas dari setiap stakeholder itulah yang meningkatkan produkivitas pelabuhan, manfaatnya ialah efisiensi logistik yang dirasakan oleh seluruh bangsa,” ungkapnya.

Ia mengharap agar SPPI III jadi motivator bagi rekan-rekan pekerja. “SP bukan oposan, tapi mitra managemen. Silakan adakan rapat secara rutin agar komunikasi lancar. Agar kebijakan perusahaan nyambung dengan harapan dan kinerja pegawai di seluruh bagian perusahaan. Serta ingatlah, untuk bekerja dengan hati dan berhati-hati. (bw)