Rezeki Ada di Tangan Sendiri

567

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Banyak pemuda yang menginginkan pekerjaan. Tetapi tidak demikian dengan Ananda Bagus Hidayatulloh. Dia yang akrab disapa Nanda, ini justru sebaliknya. Bahkan, sudah terbilang nyaman karena terbilang seorang profesional yang berkarir di sebuah bank milik pemerintah di Surabaya.

Tapi, jenjang karir dan gaji yang bagus tidak lantas membuat alumni Universitas Brawijaya ini betah untuk bertahan disana.

Usaha Telor Tersohor ‘Nona Noni’. (foto/nanang)

Sebagai seorang terpelajar, dia sering mendengar kata-kata “Keluar Dari Zona Nyaman”. Rupanya kalimat keramat ini yang telah membulatkan tekadnya untuk untuk keluar dari pekerjaan dan membuka usaha sendiri.

Sejak 11 September 2018 arek Japanan ini membuka food track atau semacam warung nongkrong container di pinggir jalan besar. Dia berjualan jajanan telur gulung, sosis goreng, dan kulit ayam krispy yang diberi label ‘Nona Noni’ yang sama dengan nama istrinya.

“Saya memutuskan berjualan telor kesohor karena makanan milenial ini enak disukai berbagai kalangan dan harganya murah,” kata Owner telor kesohor ‘Nona Noni’ Ananda Bagus Hidayatulloh, kepada Bisnis Surabaya Sabtu (15/9) kemarin.

Ada berbagai varian rasa produk. Yaitu, barberque, blackpaper, balado, dan keju. Harga jualnya cukup terjangkau, antara Rp 7.000 sampai Rp 12.000 tergantung varian yang diinginkan.

Baru beberapa hari berjualan, usaha ini sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setiap hari jam buka mulai pukul 15.00 WIB – 22.00 WIB. Bapak dua anak ini mampu menjual 100 sampai 150 porsi.

“Alhamdulilah, tiap hari menghabiskan 1 peti telur, 200 biji sosis, dan 2 kilo kulit ayam,” kata penggemar fanatik Persebaya ini.

Dukungan istri sebagai bagian dari keluarga atas usaha yang dirintisnya ini, ditunjukkan dengan membantu prepare/persiapan sebelum outlet dibuka. Serta membantu pemasaran via jejaring sosial seperti whatsapp, facebook dan instagram.

“Saya juga bekerjasama dengan go-jek melalui aplikasi go food,” tambah penghobi kuliner khas Surabaya ini. Pria paruh baya ini ingin mengingatkan pentingnya mempunyai usaha sendiri. Karena dengan berwirausaha maka rejeki dan nasibnya berada di tangannya sendiri.

Walau banyak orang ingin melakukan waralaba, Nanda, mengaku masih ingin fokus dan konsentrasi mengembangkan sendiri beberapa outlet yang akan dibukanya dalam waktu dekat. (nanang)