Produser dan pemain film Siap Gan. (Foto/nanang)

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – “Saya ingin menyaksikan pengibaran bendera merah putih saat upacara” begitu kata Sakiran seorang veteran tentara pelajar dalam film Siap Gan.
Walaupun bukan seorang anggota paskibra Sakiran, mampu melatih Nina, seorang peserta selundupan yang terjebak menjadi peserta pelatihan paskibraka.

Awalnya Nina, adalah seorang gadis lulusan SMP yang mencoba mengadu nasib di Surabaya. Karena terhimpit kebutuhan ekonomi, dia berniat mengikuti jejak Vivi temannya menjadi seorang pekerja seks komersial (PSK). Namun sial, sebelum niat itu terwujud, dia terjebak razia petugas Satpol PP. Dari sinilah, awal cerita Nina, menjadi peserta pelatihan paskibraka selundupan.

Film Siap Gan adalah film komedi yang bercerita tentang kiprah seorang anggota paskibraka yang penuh muatan kisah nasionalisme.

Film karya PT Muara Prima ini mengambil setting dan lokasi shoting di Surabaya selama satu bulan ini melibatkan banyak artis berbakat. Seperti Rini Mentari (Nina), Aulia Sarah (Vivi), Qausar Harta Yudana (Prabu), Rudolf Puspa (Sakiran), dan lain-lain.

“Film ini sebagai persembahan untuk Surabaya yang dikenal sebagai Kota Pahlawan,” kata Eksekutif Produser film Siap Gan, Ramos Sihombing kepada Bisnis Surabaya (12/9) lalu.

Untuk menghasilkan film yang sempurna, maka semua pemain berlatih keras untuk mendalami karakter dan dialek bahasa Surabaya yang keras dan lugas termasuk pemeran utama. Seperti Nina, prabu, dan Vivi yang berasal dari Aceh.

“Selain dilatih dalam kelas khusus selama satu bulan, mereka juga belajar dialog langsung dengan anggota Paskibraka,” jelas Ramos Sihombing, didampingi seluruh artis pemain.

Sebagai film yang mengusung tema Paskibraka, maka film yang dilaunching 12 September di CGV Surabaya ini mendapat dukungan penuh Purna Paskibraka Indonesia (PPI). “Ketua Umum PPI Gousta Feriza, menyampaikan apresiasi yang tinggi untuk film ini,” tambah Ramos Sihombing. (nanang)

BAGIKAN
Berita sebelumyaPotensi Pembeli Mobil Baru Tinggi
Berita berikutnyaIni Rekor MURI di UMS