Prof. Maramis Dekan FK terdahulu (kiri) merima kenang-kenangan dari Prof. Henky Supit (kanan) selaku Ketua Umum Yayasan Widya Mandala.

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Perubahan adalah sebuah keniscayaan terutama dalam organisasi  pendidikan. Karena di era millenium ini, semua institusi ditantang mampu beradaptasi dengan era digital yang sangat cepat sehingga dibutuhkan proses  keselarasan dan penyesuaian yang berkelanjutan. Peran pemimpin selain dituntut mampu menghasilkan performa terbaiknya juga mengelola manusia dan setiap elemen yang terkait di dalam proses pembalajaran dalam aspek perubahan secara efektif. Begitu juga dalam dunia pendidikan. Regenerasi menjadi keniscayaan dalam rangka mempertahankan mutu dan kualitas pendidikan ‘life improving university’,  kampus UKWMS yang terakreditasi A dengan nilai keutamaan PeKa (peduli, komit dan atusias) agar sesuai standar nasional dan tuntutan  global, serta mengaplikasikan kurikulum yang dinamis, relevan, adaptif terhadap pengembangan Iptek terkini.

Pentingnya untuk konsisten dalam meningkatkan mutu dan  kualitas pendidikan agar tetap berdaya saing, Fakultas Kedokteran Universitas Widya Mandala Surabaya, melakukan regenerasi pimpinan untuk terus menghidupkan semangat dalam berkarya.

(Kiri ke Kanan) Prof. Maramis Prof. Tahalele Kuncoro Foe duduk berjajar sebelum prosesi pelantikan dimulai.

Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FK UKWMS).FK UKWMS kini memiliki dekan baru yakni Prof. Dr. Dr.Med. Paul L. Tahalele, Sp.BTKV (K). FICS untuk masa bakti 2018-2021, menggantikan Prof. W. F. Maramis, dr., Sp.KJ (K) yang telah menjabat sebagai dekan sejak tahun 2011.

Mengawali sambutannya Prof. Maramis mengutip beberapa ayat dari Injil Pengkotbah, “Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun dibawah langit ini ada waktunya; maka izinkan saya menambahkan sedikit: ada waktu menjadi Dekan, ada waktunya untuk pergi meninggalkan jabatan. Itu sesuatu yang biasa saja”. Pria berusia 93 tahun tersebut melanjutkan dengan merangkum perjalanannya berkarya mulai dari saat persiapan pensiun puluhan tahun lampau.

Serah terima jabatan Dekan FK UKWMS disaksikan oleh Rektor UKWMS. (Kiri ke kanan) Prof. Tahalele Kuncoro Foe Prof. Maramis

“Pernah ada yang tanya kenapa kok bisa terus (berkarya) begini, dimulai saat mau pensiun dari FK Unair, lalu ditunjuk jadi ketua untuk persiapan pendirian Prodi Psikologi Unair, setelah selesai baru pensiun. Selanjutnya malah dihubungi oleh Rektor UKWMS untuk mendirikan F. Psikologi; harus jadi Dekan, dan mundur setelah satu periode. Setelah itu tiba-tiba Pak Henky (kini menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Widya Mandala–red) datang lagi minta tolong dirikan Fakultas Keperawatan. Selanjutnya adalah FK dan saya pikir benar-benar inilah akhirnya. Selama saya bekerja disini senang rasanya sudah bertemu dengan berbagai orang dengan berbagai kepribadian kecuali psikopat,” urainya di akhiri kelakar yang mengundang gelak tawa para tamu undangan.

Proses pergantian Dekan FK UKWMS diawali dengan Pengambilan Sumpah Jabatan, Pelantikan, kemudian Serah Terima Jabatan. Hadir Rektor UKWMS, Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc., Ph.D., Apt. yang memimpin langsung prosesi ini. Universitas pun memiliki harapan bagi dekan baru, “Harapannya kepada dekan yang baru yakni agar semakin meningkatkan kinerja pengelolaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh FK UKWMS, sehingga berdampak positif pada layanan FK UKWMS kepada masyarakat,” ujar Kuncoro. Selaku Rektor, Kuncoro juga mengenang keberhasilan Prof. Maramis dalam membawa FK untuk meraih tingkat kelulusan UKMPPD 92% pada tahun pertama dan 95% pada tahun kedua. Rasa terima kasih mendalam ia sampaikan pada Prof. Paul Tahalele yang bersedia mendedikasikan sebagian waktu tenaga dan pemikirannya demi pengembangan FK UKWMS.

Foto bersama antara Dekan FK UKWMS yang baru dilantik (Prof. Tahalele) dengan jajaran Rektorat, Dekanat FK UKWMS dan Ketua Umum Yayasan Widya Mandala.

Usai resmi dilantik, Prof. Tahalele menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Prof. Maramis yang ia sebut sebagai guru dan teladannya. “Memang ini suatu tantangan bagi saya di usia 70 saya harus menyesuaikan diri setelah pensiun dari FK Unair yang budaya dan tata caranya berbeda dengan FK UKWMS. Terima kasih pada Uskup, Ketua Yayasan, Rektor telah percaya dan mengizinkan saya untuk berkarya di sini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, selaku Dekan FK UKWMS Prof. Tahalele juga menyampaikan kepada para undangan bahwa meski sudah tidak lagi menjadi Dekan, Prof. Maramis akan tetap melanjutkan berkarya karena sudah diangkat menjadi Ketua Komisi Etik PenelitianKesehatan di FK UKWMS. Hal ini sungguh luar biasa karena FK UKWMS adalah FK Perguruan Tinggi Swasta pertama di Indonesia yang memiliki Komisi Etik Penelitian Kesehatan. Tugasnya adalah meneliti segi etik dari semua penelitian terkait kesehatan yang menggunakan subyek manusia. Penelitian-penelitian tersebut bisa berasal dari mana saja, tidak hanya dari FK tapi juga dari berbagai bidang baik di tingkat lokal, nasional dan internasional. Koordinasinya berada dibawah Kementerian Kesehatan RI. “Kami di Senat FK UKWMS juga akan mengajukan kepada universitas agar Prof. Maramis bisa diberi penghargaan Honorary Dean alias menjadi Dekan Kehormatan bagi FK UKWMS,” tambahnya. (/red)