Sidoarjo, (bisnissurabaya.com) – Beroperasinya kawasan Suncity Biz di jalur Arteri Porong menjadikan ekonomi Sidoarjo tambah semarak. Kawasan itu tidak hanya untuk  pertokoan dan pergudangan, tetapi juga disediakan sekitar 535 stan untuk Pusat Grosir Buah dan Sayur. Bahkan ditargetkan bakal dijadikan pusat grosir buah dan sayur berskala nasional.

“Kami tidak hanya menyediakan konsep pertokoan dan pergudangan, tapi juga pusat perdagangan. Yakni pusat grosir buah dan sayur dengan menyediakan 660 stan. Saat dioperasikan mulai hari ini sudah ada 280 stan yang dipesan pedagang dan siap membuka usaha. Sekarang kami tinggal mencarikan pembelinya,” terang Direktur Suncity Biz, Candra Deddy Purnama  di sela-sela pembukaan dan peresmian Pusat Grosir Buah dan Sayur Provinsi Jawa Timur di Suncity Biz, Kamis (30/8).

Lebih jauh Deddy menguraikan jika para pembeli di pusat grosir buah dan sayur itu diantaranya perhotelan, restoran, chef, perusahaan cathering, tokoh buah modern, supermarket dan grosir buah. “Pokoknya kami menyediakan grosir terlengkap dan termurah di Jatim. Harus jadi Sentra Top Jatim. Bahkan ditarget jadi grosir nasional karena sudah menguasai pasar Indonesia Timur. Karena semua akan terakses dengan bekerjasama sejumlah asosiasi, instansi dan perbankan,” imbuhnya.

Deddy menilai pusat grosir buah dan sayur sangat strategis. Lantaran buah dan sayur expirednya tidak menunggu bulan atau mingguan. Akan tetapi, cuman sehari atau beberapa jam. Bahkan lokasinya menjadi pusat di Jatim karena hanya 300 meter menuju tol. Rinciannya ke selatan (Malang), ke timur (Banyuwangi), ke utara (Surabaya) hingga ke barat (Mojokerto, Jombang dan Gresik) terkover secara keseluruhan.

“Kami juga menyediakan sejumlah fasilitas mulai masjid, pujasera, toilet, scurity one gate system dan fasiltas Pemadam Kebakaran (PMK). Pusat grosir ini bakal beroperasi 24 jam dan disediakan ATM untuk transaksi yang sebagian besar menggunakan uang tunai,” paparnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin berharap kawasan ini bisa menumbuhkan investasi di Sidoarjo dan  perekonomian pertanian. Karena ada korelasinya antara hasil pertanian dan pusat grosir. “Jadi kami berharap pertumbuhan ekonomi baru. Kelasnya beda dengan Pasar Porong. Karena ada pengemasan dan industrial. Insya Allah bisa menguasai pasar Indonesia timur,” pungkasnya. (rin)