Walikota Tri Rismaharini bersama Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Surabaya Daeng saat membuka kejuaraan Selam antar Club se-Indonesia untuk merebutkan Piala Walikota Surabaya, Sabtu (18/08) di kolam renang KONI Jatim.

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Semarak HUT RI ke-73 tahun ini lengkap dengan adanya kejuaraan Selam antar Club se-Indonesia (18-19 Agustus) untuk merebutkan piala Walikota Surabaya. Event yang diikuti 350 atlet dari 41 club se- Indonesia kali ini diselenggarakan di kolam renang Koni Jatim.

Persaingan di Kejurnas bakal semakin ketat, karena event ini selain merebutkan piala Walikota Surabaya juga sebagai ajang untuk memantau para atlet selam terbaik untuk dipersiapan pada kejuaraan bergensi Internasional.

Ketua Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kota Surabaya DR Daeng mengakui prestasi peselam Indonesia memang masih belum bisa bersaing dilevel Asia maupun dunia. Namun dirinya optimis akan mencetak atlet-atlet potensial lewat beberapa ajang seperti kejuaraan piala Walikota Surabaya ini sebagai asah potensi atlet Selam itu.

“Kami berharap dengan event ini mampu mencetak atlet terbaik yang bisa bersaing di level Asia maupun Dunia,” ujarnya.

Menurutnya, Indonesia khususnya dari Surabaya berharap akan mencetak peselam terbaik untuk untuk persiapan berlaga dilevel Asia dan Dunia dengan memantau hasil Kejurnas ini maupun lomba lainnya.

“Dari hasil kejuaraan ini, nantinya bakal kita catat waktu atlet, mereka yang terbaik untuk dipersiapan pada event berikutnya,” katanya.

Perkembangan olahraga selam, lanjut ia, di Indonesia saat ini terus berkembang dengan pesat, bahkan jumlah atletnya juga sudah dari tahun ketahun terus bertambah. Kondisi ini tidak lepas dari peran pengurus Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) yang terus mengembangkan olahraga ini.

Selain memperbanyak klub, metode yang paling efektif mengembangkan selam adalah dengan memperbanyak perlombaan di setiap provinsi, baik itu Kejuaraan Daerah (Kejurda), antar perkumpulan/klub hingga Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

“Pasti akan muncul bibit atlet potensial yang akan kita kirim ke perlombaan tingkat internasional,” jelas Daeng yang juga berprofesi sebagai dosen ekonomi itu.

Saat disinggung tentang prestasi, ia meyakini Jawa Timur (Jatim) khususnya atlet dari Surabaya berhasil melakukan pembinaan atlet yang cukup bagus. Terbukti sudah banyak atlet nasional yang lahir dari Jatim. “Ini prestasi yang harus dijaga dan dikembangkan,” pungkas Daeng. (ton)