Ini Kisah Sukses Pengusaha Kacang

527

Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Anang Prawata, terbilang suami yang beruntung. Dia mempunyai istri yang tangguh dan bisa membantu tugasnya memenuhi kebutuhan keluarganya. Ditengah aktivitas mengasuh kelima anaknya, Siti Maysaroh, memproduksi aneka cemilan kemasan seperti kacang bawang, keripik mbothe, keripik singkong, keripik pisang, dan sale pisang.

“Sebenarnya sejak 1996, saat anakku Mega Dewi, berusia 3 tahun, saya sudah memproduksi aneka camilan di rumah,” kata Owner Cemilan Bu May, Siti Maysaroh, kepada Bisnis Surabaya Kamis (16/5) siang.

Sebelum menjalankan bisnisnya, perempuan kelahiran Ponorogo 1972 ini pernah bekerja di Rumah Sakit BKIA Melania. Sekarang bisnis camilannya sudah berkembang pesat. Produknya bisa dijumpai mulai dari warung giras, sentra UMKM, dan pusat oleh-oleh seperti Patata.

Awalnya, memang butuh perjuangan yang berat agar produk camilan itu bisa diterima dititip jual diberbagai tempat. Bahkan, ada beberapa outlet yang awalnya menolak. Sekarang sudah minta dikirimi produk.

Karena kacang bawang dan aneka keripik Bu May, memiliki cita rasa yang khas dengan menonjolkan rempah- rempah sebagai pembedanya. Karena itu, banyak yang mau menerimanya. Tetap menjaga citarasa bumbu dan rempah-rempah adalah upaya yang dilakukannya untuk mempertahankan kualitas produk.

“Saya sering ngontel ke Siola untuk antar pesanan kacang disana. Saya memang agak takut bawa sepeda motor sendiri,” jelas perempuan berhijab ini. Dari hasil berjualan kacang dan keripik, Maysaroh, mengaku mampu membantu suami untuk membayar sekolah dan kuliah ke-5 anaknya.

“Dua anak saya, Mega Dewi dan Nurma Pratiwi, sudah berhasil lulus kuliah, dan yang tiga lagi Abiu Rofiq, Aji Surwo, Abdur Rochman masih sekolah,” tambah wanita yang juga aktif di kelompok UKM GW Man ini.

Untuk meningkatkan penjualan, Siti Maysaroh, banyak melakukan koordinasi dengan dinas terkait. Seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan, dan juga Dinas Kesehatan. Dari sana dia banyak dibantu pengurusan izin seperti PIRT, SIUP, TDP, dan lain-lain. (nanang)