Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Setelah launching Kartu Debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) beberapa pekan lalu. Namun peruntukan GPN tidak bisa digunakan untuk transaksi di luar negeri. Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan kartu GPN memang diperuntukkan untuk transaksi dalam negeri.

“Sebagian besar orang Indonesia kan ada di dalam negeri. Kalau ke luar negeri bisa gunakan kartu yang lain,” terang Mirza saat dikonfirmasi. Kartu GPN bisa diperoleh dengan menukarkan kartu debit yang telah dimiliki ke perbankan masing-masing.

Ditambahkan Mirza para pengguna kartu GPN akan memperoleh beberapa keuntungan, antara lain biaya transaksi debit lebih murah. Sebab, dengan sistem pembayaran nasional itu bank-bank, baik bank BUMN, bank swasta nasional, hingga bank swasta asing akan terhubung ke GPN. “Merchant tidak perlu menyediakan banyak alat EDC yang membuat tidak efisien, mengisi e-Money di atm mnapun dan biayanya murah,” jelas Mirza.

Kartu GPN juga mendorong ketahanan dari sistem pembayaran nasional. Sebab, kliring dari transaksi debet tidak lagi dilakukan di luar negeri, melainkan di dalam negeri. “Itu kan memperkuat sistem pembayaran nasional.”

Kepala Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional Bank Indonesia, Pungky P. Wibowo berujar BI masih berfokus untuk mengembangkan produk untuk transaksi domestik.

“Tahap pertama debet, nanti e-Money, baru kartu kredit,” ujar Pungky. Ia mengatakan GPN ke depannya memungkinkan untuk dipergunakan di luar negeri bila merchant-merchant mulai mengembangkan bisnisnya ke luar negeri.

“Jadi tergantung merchantnya, tergantung pedagang retailnya,” ujar Pungky. “Kalau bank-bank kita mulai penetrasi ke luar negeri ya nanti kita atur saja.”

Sebelumnya, Pungky Wibowo menargetkan 30 persen dari 173 juta kartu debit diganti dengan logo GPN. “Dalam dua bulan sudah mencapai 10 persen. Insya Allah tahun ini bisa sampai 30 persen,” pungkasnya.(ton)