Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menjelang hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73 banyak hotel di Surabaya melakukan kegiatan. Diantaranya, Hotel Artotel. Hotel ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Indonesian House Keeper Association (IHKA), Spring Air, Chice Multi Anugerah menggelar upacara bendera dan bhakti sosial donor darah.

Kegiatan yang juga merupakan Coorporate Social Responbility (CSR) atau  tanggung jawab sosial perusahaan ini tak hanya diikuti karyawan hotel dan anggota IHKA semata, tetapi juga diikuti tamu dan orang luar seperti dari Polsek dan Koramil. “Alhamdulilah, dari 100 orang peserta donor darah 20 persennya adalah tamu hotel,” kata Ketua Panitia Andriani, kepada Bisnis Surabaya Senin (13/8) kemarin.

Ketua Panitia Donor Darah, Andriani. (Foto/nanang)

Tepat 17 Agustus, Artotel, menyelenggarakan  upacara bendera yang akan diikuti seluruh karyawan dengan menggunakan pakaian yang terdiri 4 warna. Kecuali hitam dan putih yang menggambarkan keberagaman dan multi kultur yang ada di Indonesia. Artotel Surabaya bersama Artotel Malang, Jogjakarta, Jakarta, dan Bali adalah hotel yang tergabung dalam Artotel group.

Hotel ini mengembangkan konsep seni dalam penataan interiornya. Sehingga lobby hotel lebih mirip galeri seni lukis dengan berbagai koleksi lukisan kontemporer. Dan setiap 2 bulan sekali Artotel menyelenggarakan pameran lukisan. Sebagai hotel bintang tiga, Artotel  mempunyai 100 kamar dengan type studio 20, 25, dan 30 yang dilengkapi berbagai fasilitas. Seperti WIFI, dan semuanya mempuyai stage fotografi.

“Setiap kamar mempunyai lukisan dengan gambar yang berbeda,” jelas Andriani, yang juga Manager Housekeeping ini. Di Restoran Roca, tamu hotel juga dimanjakan dengan berbagai menu andalan. Seperti nasi goreng kemangi dan monster burger bangjo (abang ijo). Hotel yang digawangi General Manager/GM, Eggy Rigata, ini menerapkan kebijakan yang unik pada karyawannya.

Di hotel ini karyawan boleh tampil apa adanya dalam mengekspresikan jati dirinya dalam berpenampilan. Sehingga karyawan hotel boleh tampil gondrong, ataupun bertato. “Prinsipnya disini karyawan dibuat senyaman mungkin dalam berpenampilan. Sehingga mood dalam bekerja selalu terjaga,” tambah manager yang selalu tampil enerjik ini.

Banyak tamu dari generasi milenial yang menjadi tamu di hotel ini. Mereka juga terlihat menikmati suasana hotel yang dinamis pas sesuai selera mereka. (nanang)