Cheff Jazuli : Kembangkan Makanan Sehat, Tunjang Ekonomi Keluarga

515

Mojokerto, (bisnissurabaya.com) – Dunia masak memasak, identik dengan aktivitas perempuan. Hal ini menjadi pembenaran dalam kehidupan sehari-hari. Tak jarang seorang suami bertanya pada istrinya”Masak apa hari ini bu ?” Dialog seperti ini tentu melegitimasi secara tak langsung dominasi perempuan atas kegiatan masak-memasak.

Padahal, kalau kita  mau lebih teliti, banyak sekali kaum adam yang berkecimpung dalam dunia kuliner dan menjadi seorang chef/koki. Sebut saja Chef Jasuli, laki-laki warga Kota Blitar ini selain jago masak juga dikenal sebagai inovator dan kreator menu makanan sehat berbasis tanaman lokal. “Semua menu buatan saya tidak menggunakan MSG, telur dan mentega. Untuk membuat roti, saya mengganti telur dengan okra dan lidah buaya,” kata Pembina Chef Indonesian Culinarry/CIC Jazuli, kepada Bisnis Surabaya di Mojokerto Kamis (9/8) kemarin.

Chef Maika (no 2 dari kiri) serta pose dengan anggota CIC BPD Jatim. (Foto/nanang)

Sebagai seorang motivator makanan sehat, Jazuli sering diundang untuk memberikan motivasi dan pelatihan memasak pada warga yang membutuhkan. Tak jarang calon kepala daerah dan calon kepala desa meminta  bantuan Jasuli, untuk dibuatkan program pelatihan memasak sehat sebagai sarana kampanye pemberdayaan masyarakat untuk memenangkan pencalonannya itu.

“Beberapa kepala desa di Tegal terpilih dengan menggunakan metode pemberdayaan masyarakat yang saya lakukan,” jelas suami dari Lely, yang juga pengusaha handycraft rajut ini. Setiap kali memberikan pelajaran dalam cooking class/kelas memasak, Jasuli, juga memberikan edukasi tentang hubungan tentang tuntunan agama dan kegiatan memasak.

Contohnya, mengapa garam hanya boleh ditambahkan pada saat masakan sudah matang dan mengapa makanan panas tidak boleh ditiup. “Hubungan agama Islam dan aktifitas memasak erat sekali,” tambah Jazuli didampingi Chef Maika. Tiap hari Jazuli, keliling berbagai tempat di Indonesia untuk mengedukasi masyarakat tentang makanan sehat.

Baik diminta oleh instansi pemerintah maupun swasta. Dia menekankan penggunaan bahan lokal sebagai bahan dasar makanan. Seperti timun, semangka, brokoli, dan kucai. (nanang)